Pengedar dan Pemasok Pil Koplo Dibekuk

146
PEKAT: Kompol Wahyuni Sri Lestari menunjukkan barang bukti pil koplo milik tersangka, saat gelar perkara, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PEKAT: Kompol Wahyuni Sri Lestari menunjukkan barang bukti pil koplo milik tersangka, saat gelar perkara, kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Praktik peredaran obat daftar G atau pil koplo yang dijual tanpa resep dokter berhasil dibongkar oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Gayamsari, Rabu (25/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pada pengungkapan tersebut, petugas berhasil menagkap Sri Yulianto, 44, warga Kimar, Pandean Lamper, Gayamsari, bertindak sebagai pengedar dan Harli Dafidson 32, warga Trengguli, Semarag Tengah sebagai pemasok pil koplo. Bersama barang bukti berupa dua botol berisi ribuan pil berlambang Y dan tujuh paket pil koplo siap edar serta uang hasil penjualan. Keduanya ditangkap terpisah di kediaman masing-masing dan lagsung dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada transaksi obat tersebut di Jalan Kimar. Informasi itu kami tindak lanjuti dengan mengerahkan sejumlah anggota Reskrim untuk memantau pergerekan di lokasi tersebut,” ungkap Kapolsek Gayamsari Kompol Wahyuni Sri Lestari saat gelar perkara di Mapolsek Gayamsari, Selasa (31/10) siang.

Beberapa menit setelah dilakukan pantauan, pihaknya melihat ada seseorang dengan gerak gerik yang mencurigakan masuk ke dalam salah satu rumah di lokasi tersebut.

“Awalnya kami biarkan, tapi setelah keluar rumah langsung kami amankan DS,21. Yang diperiksa, ditemukan 2 plastik atau paket masing-masing berisi 10 butir pil koplo. Dia (DS, red) mengaku barangnya diberi dari Sri Yulianto, pemilik rumah,” bebernya.

Tak berselang lama setelah menyergap DS, anggotanya langsung bergerak masuk ke rumah dan melakukan penggeledahan. Kemudian ditemukan lima paket pil koplo siap edar dan dua botol berisikan ribuan butir pil koplo.“Kami langsung amankan Sri Yulianto, berikut barang buktinya itu,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, Sri Yulianto mengakui bahwa obat tersebut didapat atau dipasok oleh Harli. “Selang waktu beberapa jam kemudian kami lakukan penangkapan dengan orang yang dimaksud (Harli, red),” katanya.

Sementara itu, Sri Yulianto mengaku telah menjadi pengedar pil koplo selama satu tahun terakhir ini. “Per satu botol isinya itu 1.000 butir, kalau satu botol habis dijual saya mendapat keuntungan Rp 300 ribu,” ungkapnya. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here