Pasokan Air Macet, Pasang Pipa Darurat

152
DARURAT: Pekerja dari PDAM Tirto Agung Temanggung saat membuat pipa darurat di Jalan Pahlawan Parakan, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).
DARURAT: Pekerja dari PDAM Tirto Agung Temanggung saat membuat pipa darurat di Jalan Pahlawan Parakan, kemarin (Ahsan fauzi/radar kedu).

TEMANGGUNG- Pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Agung Temanggung di sejumlah titik yang terdapat proyek jalan sering rusak karena akibat beroperasinya alat berat. Imbasnya, aliran air bersih di sejumlah tempat ke pelanggan PDAM kurang lancar alias macet.

Awalia, 28, salah satu pelanggan PDAM di wilayah Kota Temanggung mengaku, beberapa waktu lalu layanan PDAM selalu terganggu. Bahkan pernah dalam waktu sehari penuh, air sama sekali tidak mengalir. “Jangan terjadi lagi, soalnya air merupakan kebutuhan pokok,” keluh Lia, Selasa (31/10).

Merespon keluhan pelanggan sekaligus untuk mengantisipasi gangguan aliran air, PDAM Tirto Agung Temanggung membuat saluran pipa darurat di sekitar proyek pembangunan jalan raya Parakan Temanggung, tepatnya di jalan Pahlawan Parakan.

Direktur PDAM Tirto Agung Temanggung Agus Ritanto mengatakan, selama proyek pembangunan jalan tersebut, sedikitnya 15 titik pipa di sepanjang jalan tersebut bocor. Sehingga menyebabkan terganggunya layanan air untuk pelanggan di wilayah Kecamatan Kedu dan Kota Temanggung. Sejumlah pelanggan sempat protes karena terganggunya layanan air. “Tidak sedikit yang protes, oleh karena itu kami membuat pipa darurat, agar tidak lagi mengalami gangguan,” terangnya.

Agus melanjutkan, untuk mengantisipasi matinya aliran air, pihaknya membuat saluran darurat berupa pipa sepanjang 600 meter dengan diameter 8 inchi untuk jalur Kedu. Selain itu ada pipa sepanjang 300 meter dengan diameter 10 inchi untuk jalur kota Temanggung. Menurutnya, saluran pipa yang melewati jalan tersebut merupakan saluran utama dari pengambilan mata air wilayah Kecamatan Kledung menuju kota Temanggung yang dibagi menjadi dua titik yaitu jalur kota Temanggung dan jalur Kedu.

“Jalur utama. Jadi ketika pipa di wilayah itu rusak, akibatnya cukup parah. Selama proses perbaikan dilakukan, pelanggan bisa dipastikan tidak mendapatkan layanan terbaik,” terangnya.

Agus juga telah berpesan kepada pengembang proyek untuk berkoordinasi bila terjadi kebocoran dan memetakan tempat pipa yang akan ditanam secara permanen sebelum proyek tersebut selesai. “Semoga saja tidak ada lagi kerusakan, Kami meminta maaf kepada para pelanggan, jika beberapa waktu yang lalu ada gangguan atau kurang lancar,” ucapnya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here