Kembangkan Penginderaan Jarak Jauh

175
BERBAGAI WAWASAN : Rektor Undip Prof Yos Johan Utama saat membuka International Conference of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) 3rd 2017 – PIT MAPIN XXIV, Selasa (31/10) (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERBAGAI WAWASAN : Rektor Undip Prof Yos Johan Utama saat membuka International Conference of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) 3rd 2017 – PIT MAPIN XXIV, Selasa (31/10) (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Puluhan peneliti, pembuat kebijakan hingga praktisi dari negara maju dan berkembang seluruh Indonesia bertemu dalam Konferensi Internasional Masyarakat Ahli Penginderaan (MAPIN) jarak jauh. Mereka berbagi wawasan tentang tantangan dan peluang teknologi penginderaan jauh dan penerapannya dalam memecahkan masalah negara-negara Indonesia dan Asia Tenggara.

Dalam kesempatan ini, akan dipamerkan penelitian mutakhir dari seluruh Asia Tenggara, dengan fokus pada tema ekuitas dan risiko, pembelajaran, pengembangan kapasitas, metodologi dan kemungkinan pendekatan investasi dalam penginderaan jarak jauh atau remote sensing.

Remote sensing ini selain digunakan untuk pemetaan, bisa juga untuk identifikasi sumber daya alam, sampai mitigasi bencana, kita bisa lebih cepat melihat bagaimana perubahan kondisi suatu daerah, pemukiman, perkebunan dan lainnya,” ungkap Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan, Rokhis Komaruddin usai pembukaan International Conference of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) 3rd 2017 – PIT MAPIN XXIV, Selasa (31/10).

Menurut UU 21 tahun 2013, Lapan harus menyediakan data penginderaan jauh seluruh Indonesia, dan membuat metodologi untuk menganalisis data tersebut. Nantinya itu diikuti seluruh stakeholder di Indonesia. Oleh karenanya, konferensi internasional ini dinilai penting bagi kemajuan Indonesia.

“Sekarang bahkan sudah mengarah untuk peningkatan ekonomi. Bayangkan kalau punya penginderaan jauh resolusi tinggi. Pajak bumi bangunan misalnya, bisa kita lihat bagaimana posisi tahun ini dan berikutnya, jadi tidak perlu repot lagi,” ujarnya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama merasa bangga dan percaya kesempatan ini akan memberikan informasi berharga bagi dan memikirkan beberapa gagasan penelitian baru untuk peserta konferensi ini.

“Saya berharap Anda memiliki dua konferensi ilmiah yang menyenangkan dan saya harap bisa mendapatkan hasil yang bermanfaat dengan ilmuwan lain mengenai pengetahuan pengembangan saat ini dan mungkin mencari kolaborasi potensial dari bidang minat Anda,” tandasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here