Empat OPD Dengan Serapan Anggaran Terendah

186

KENDAL—Meski sudah memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2017, masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang serapannya di bawah 50 persen. Bahkan berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) ada tiga OPD yang serapannya masih berkisar 13-31 persen.

Sementara dari laporan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kendal, Dian Handajani masih banyak OPD yang pencapaian atau realisasi anggarannya masih di bawah 50 persen. Dari 58 OPD ada sebanyak 26 OPD yang pencapaiannya masih di bawah 50 persen. Yakni sekitar 13-49 persen.

Tiga OPD yang paling rendah serapan anggarannya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) dengan serapan anggaran sampai bulan ini baru mencapai 13,80 persen. Atau baru terealisasi Rp 23,994 miliar dari besar anggaran sebesar Rp 178,816 miliar.

Disusul berikutnya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) yang naik satu persen. Tepatnya 14, 52 persen. Dari Anggaran Rp 14,029 miliar, yang terealisasi baru mencapai 2.037 miliar. Tiga terbawah selanjutnya yakni Dinas Lingkungan Hidup dengan dari anggaran Rp 20,925 miliar yang terealisasi baru 26,62 persen atau Rp 5,570 miliar. Kemudian ke empat Dinas Perdagangan dari anggaran Rp 9,748 miliar yang terealisasi baru Rp 3,081 miliar atau baru 31,61 miliar.

Selain terendah, ada juga tiga OPD yang pencapaiannya sudah diatas 70 persen. Yakni Kecamatan Rowosari  (74,10 persen, Sekretariat DPRD (73,97 persen) dan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kendal (71,11 persen).

Selain minimnya serapan anggaran, banyak juga kendala dalam proses lelang. Bahkan sudah berjalan triwulan terakhir, tapi proses lelang pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kendal ternyata masih belum rampung.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) dari 212 paket pekerjaan sesuai 194 (92,82 persen) yang sudah selesai dilelang. Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kendal, Sudaryanto mengatakan jika jumlah paket 212 paket pekerjaan, sudah ada 209 paket yang didaftarkan di ULP. Dari 209 tersebut paket yang sudah selesai 194 paket. “Jadi masih tiga paket pekerjaan yang belum dilelang,” katanya, kemarin.

Namun melihat progres lelang, tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tahun lalu dari 270 paket pekerjaan yang dilelang hanya 248 dan yang selesai dilelang ada 204 paket. Sehingga tahun lalu ada 22 paket yang belum dilelang.

Sekda Kendal, Mohammad Toha mengatakan pihaknya akan terjun langsung ke OPD-OPD yang serapan anggarannya rendah. Pihaknya akan mengerjakan target supaya OPD bisa bekerja maksimal sehingga anggaran bisa terserap.

“Kalau kemarin masih baru melihat laporan, rencana saya akan langsung ke OPD memantau kendala apa yang terjadi sehingga serapannya masih paling sedikit. Kami akan kejar dengan pembayaran uang muka dengan sistem termin kepada pelaksana paket pekerjaan. Dengan begitu anggaran bisa terserap,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here