Bangunan Candi Selogriyo Miring

113
DIIKAT: Candi Selogriyo butuh penanganan segera (IST).
DIIKAT: Candi Selogriyo butuh penanganan segera (IST).

MUNGKID–Bangunan Candi Selogriyo di Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, miring. Penyebabnya, terjadi pergerakan tanah di pegunungan tersebut. Miringnya candi sudah terjadi sejak 2014 silam. Karenanya, saat ini candi harus diikat melingkar agar bangunan cagar budaya tersebut terlindungi.

Pantauan Jawa Pos Radar Kedu, batuan candi tampak merenggang selebar jari tangan. Dampaknya, jika turun hujan, sebagian air masuk ke dalam candi. Candi Selogriyo berada di lereng pegunungan Giyanti. Peninggalan sejarah ini ditemukan oleh Residen Magelang, Hartmann, pada 1835. Setelah Indonesia merdeka, perawatannya dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Menurut keterangan, pada 1998, terjadi bencana alam. Tanah tempat berpijak candi longsor. Delapan puluh persen batuan larut. Hanya menyisakan 20 persen yang masih utuh. Setelah itu dilakukan penyelamatan batuan. Kemudian, Candi Selogriyo berhasil direkonstruksi, sembari menunggu proses pemadatan tanah di lokasi awal.

Sekitar 2004, Candi Selogriyo berhasil didirikan ulang di tempat semula. “Kemungkinan tanah belum padat benar. Jadi, semakin lama bergerak. Hal itu berpengaruh terhadap struktur batuan. Puncaknya pada 2014, bangunan candi miring tiga derajat,” kata Joko Edi Mulyono, petugas jaga Candi Selogriyo.

Mulyono menyampaikan, karena belum tersedia anggaran yang memadai, maka candi belum diperbaiki. Agar tidak bertambah miring, maka bangunan peninggalan sejarah abad VII itu diikat dengan sabuk di dua titik. Meski begitu, minat masyarakat untuk rekreasi ke candi tidak pernah surut. “Tiap hari rata-rata dikunjungi 50 orang berbagai kalangan,” kata Mulyono.

Tiket tanda masuk objek wisata yang menawarkan keindahan dan keaslian panorama alam tersebut, hanya Rp 3000/orang. Untuk menuju Candi Selogriyo relatif mudah. Dari Alun-Alun Kota Magelang, bisa naik ojek menuju lokasi candi. Sepeda motor bisa diparkir di depan gerbang. Lantas, jalan kaki sekitar 1,5 km, sembari menikmati panorama alam. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here