3 Muncikari dan 12 PSK Diamankan

147
HASIL RAZIA: Tiga ibu rumah tangga yang diduga muncikari saat pemeriksaan di Polres Kebumen, (31/10) (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).
HASIL RAZIA: Tiga ibu rumah tangga yang diduga muncikari saat pemeriksaan di Polres Kebumen, (31/10) (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN).

KEBUMEN – Polres Kebumen kembali menggelar operasi penyakit masyarakat “pekat” gabungan. Operasi yang menyasar Pasar Ayam Tamanwinangun Kebumen dipimpin oleh Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, Sabtu (28/10) malam.

Dari penggerebekan yang digelar pada pukul 20.00 hingga 21.30 WIB itu, Polres Kebumen mengamankan 3 muncikari dan 12 pekerja seks komersial (PSK).

Tiga muncikari yang diamankan masing masing berinisial SM, 56; SL, 47; dan SR, 46. Ketiganya merupakan ibu rumah tangga warga Desa Tamanwinangun Kebumen.

Titi menjelaskan, penggerebekan ini digelar menyusul adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas tak terpuji di lokasi tersebut.

“Kita tindak lanjuti laporan itu, ternyata benar. Kita dapatkan belasan PSK dan tiga muncikari dalam operasi itu,” kata AKBP Titi, Senin (30/10) pagi.

Setelah operasi ini, Titi Berharap, Pasar Ayam tersebut dapat dikembalikan fungsi asalnya. “Ini kan aslinya Pasar Ayam. Namun jika dalam posisi tidak beroperasi saat pasaran, digunakan untuk prostitusi terselubung. Semoga dengan adanya razia ini dapat dikembalikan ke fungsi asalnya.”

Para muncikari ini akan dijerat pasal 296 KUHPidana dengan ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan penjara. Sedangkan kepada para PSK, polisi memberikan pembinaan dan akan disidang tipiring di Pengadilan Negeri Kebumen.

Salah satu PSK berinisial SC, 29, warga Purwokerto yang terjaring saat operasi mengaku, kurang lebih satu tahun menjadi PSK di Kebumen karena tidak ada pilihan lain untuk mencari nafkah. Bahkan ia sudah berpindah-pindah dari kota ke kota lain menjadi PSK karena tuntutan ekonomi.

“Saya sudah ditinggal suami, bahkan saat saya dalam posisi hamil. Saya sebetulnya tidak ingin jadi PSK. Tapi, mau gimana lagi kebutuhan hidup terus bertambah,” kata SC. (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here