3.083 Siswa Kurang Mampu Terima Bantuan

197
BERIKAN BANTUAN : Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat memberikan bantuan kepada perwakilan siswa SD di aula Kantor UPTD Disdikbudpora Kecamatan Tengaran, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERIKAN BANTUAN : Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat memberikan bantuan kepada perwakilan siswa SD di aula Kantor UPTD Disdikbudpora Kecamatan Tengaran, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Sebanyak 3.083 siswa sekolah dasar (SD) dan SMP menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Pemkab Semarang. Bantuan senilai total Rp 1,633 miliar itu murni berasal dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2017.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada perwakilan siswa SD di aula Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disdikbudpora) Kecamatan Tengaran, Senin (30/10) kemarin.

Dikatakan Ngesti, bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sehari-hari para siswa dari keluarga kurang mampu. “Sekaligus untuk menjamin para siswa tersebut untuk tetap dapat mengikuti proses belajar di sekolah,” ujar Ngesti.

Ngesti juga mengimbau para orang tua memanfaatkan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. “Gunakan dana BSM ini untuk membeli buku atau sepatu sekolah anak. Jangan sampai digunakan untuk membeli pulsa atau tambahan untuk membeli handphone baru. Ingat, penggunaan handphone bagi siswa harus dibatasi agar mereka bisa fokus belajar,” katanya.

Sementara itu Kepala Disdikbudpora, Dewi Pramuningsih yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan penerima BSM ini berbeda dengan siswa yang menerima bantuan lewat Program Indonesia Pintar (PIP) dari Pemerintah Pusat.

Penerima BSM terdiri dari 2.100 siswa SD dan 983 siswa  SMP. Masing-masing siswa SD, katanya, menerima Rp 450 ribu dan Rp 750 ribu untuk siswa SMP. Total dana BSM yang diserahkan mencapai Rp 1,633 miliar.

“Bantuan ini tidak overlapping dengan bantuan PIP karena penerimanya berbeda. Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Salah satunya dengan menyediakan bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu ini,” ujarnya.

Program BSM ini, tambahnya, memperluas cakupan jaring sosial bagi siswa miskin yang sebagian besar sudah dibantu lewat Program Indonesia Pintar (PIP). Saat ini sudah ada sekitar 19 ribu siswa kurang mampu di Kabupaten Semarang.

Dimana penerima bantuan melalui program PIP. Dengan tambahan dana BSM ini, Dewi memastikan hampir seratus persen siswa kurang mampu telah mendapat bantuan stimulant. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here