225 Petugas Amankan Eksekusi Lahan PLTU

Tak Dihadiri Warga

169
PENGAMANAN : Ratusan petugas keamanan gabungan Polisi, TNI dan Pam swakarsa tetap bersiaga dalam proses eksekusi tanah lahan di PLTU Batang (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
PENGAMANAN : Ratusan petugas keamanan gabungan Polisi, TNI dan Pam swakarsa tetap bersiaga dalam proses eksekusi tanah lahan di PLTU Batang (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Walaupun tidak ada gerakan massa, namun proses eksekusi lahan PLTU oleh Pengadilan Negeri (PN) Batang berlangsung ketat dan tegang. Tampak 225 petugas gabungan siaga di depan pintu masuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x 1.000 MW di Ujungnegoro Batang Jawa Tengah, Selasa (31/10) kemarin.

Digelar mulai pukul 10.00, pengamanan eksekusi yang dilakukan oleh Panitera PN Batang dan petugas dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Batang dipimpin langsung Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga. Turut hadir dalam eksekusi, Muspika Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, serta pihak-pihak yeng berkepentingan.

Eksekusi dilakukan terhadap 94 bidang tanah yang masuk di area lokasi PLTU. Walaupun sudah dilakukan konsinyasi, namun hingga kini pemilik lahan tidak mau mengambil uang ganti rugi di PN Batang.

Polres Batang, kata Kapolres Batang,melalui Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Batang, Komisaris Polisi Hartono, hanya mem-backup PN dalam pelaksanaan eksekusi lahan. Agar suasana aman dan kondusif. Polres telah menyiagakan 175 personel dan dibantu Kodim dan Pamswakarsa. Jumlah total pengamanan eksekusi sebanyak 225 personel. “Pengamanan harus kami lakukan sebagai antisipasi kemungkinan munculnya kerawanan yang tidak diinginkan bersama,” katanya.

Melalui pengamanan itu, kata dia, proses eksekusi lahan proyek PLTU Batang bisa berjalan lancar dan aman. Pada kesempatan kemarin, sebagai eksekutor PN Batang oleh Panitera Agus Sukmana SH MH. Dengan didampingi oleh petugas dari BPN Batang Eko.

Dengan pengamanan maksimal pembacaan eksekusi lahan oleh petugas PN berlangsung cukup lancar dan aman, tanpa ada hal-hal yang membuat  kekacauan. Setelah ada pembacaan eksekusi tanah, maka 94 bidang lahan yang semula milik warga beralih menjadi milik negara melalui PLN yang akan diserahkan kepada PLTU Batang.

Terpisah, kuasa hukum warga pemilik lahan di lokasi PLTU yang masih disengketakan, Yakub Adi Krisanto berharap kepada PN Batang harus juga memproses perlawanan warga. “Menurut kami dalam substansi perlawanan, mempertanyakan keabsahan PLN yang menggunakan UU Pengadaan Tanah untuk pembangunan pada pembangunan PLTU Batang,” ucapnya.

Ditambahkan Yakub, sebelumnya warga pemilik lahan Wayudi, Karmini, Rohmat, Duminah, Ruyati, Mugiyah, Sujo dan Taryono memberikan kuasa hukum kepadanya. Warga beralasan tidak mau menjual tanahnya, karena sawah yang biasa menjadi mata pencaharian mereka masih produktif. Sehingga , warga melakukan perlawanan kepada pihak PLN dengan melakukan gugatan di PN Batang. Diwakili kuasa hukumnya Yakub Adi Krisanto, SH, MH sudah mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Batang guna mendaftarkan gugatan perlawanan terhadap permohonan eksekusi lahan dari pihak PLN, yang sebelumnya dimohonkan di PN Batang. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here