187 Ibu RT Terdampak HIV/AIDS

Seks Menyimpang Tingginya HIV/AIDS

149

KEBUMEN—Tingginya temuan penderita HIV/AIDS di Kebumen, salah satu penyebabnya karena perilaku seksual menyimpang. Faktor ini cukup mendominasi. Data Dinas Kesehatan Kebumen mengungkap, 91 persen penyebab HIV/AIDS karena faktor ini.

Rinciannya, seks bebas berganti-ganti pasangan sebanyak 77,8 persen, homoseksual 11,5 persen, biseksual 2 persen, dan sisanya perinatal 3,5 persen. Serta, Injektion Drug Users (IDU) 0,9 persen. Hal itu menyebabkan tidak sedikit ibu rumah tangga yang pada akhirnya terdampak HIV-AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Rini Kristiani membeber, penderita terbanyak dari kalangan karyawan 219, ibu rumah tangga (187), buruh (130), wiraswasta (43), sopir dan petani masing-masing (37), anak (31) dan profesi lain. Rini menyampaikan data itu pada saat audiensi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng di Gedung F Setda, Senin (30/10) lalu.

Rini menyampaikan, peningkatan temuan jumlah penderita HIV/AIDS, sejalan dengan makin banyaknya masyarakat yang sadar dan melakukan tes HIV-AIDS. Sehingga makin banyak penderita yang terdeteksi dan bisa menjalani pengobatan. “Ini tidak lepas dari peran serta tim KPA yang gencar sosialisasi dan memaksimalkan Konseling dan Tes HIV (KT HIV) di 6 rumah sakit, 1 UP3 dan 35 Puskesmas di Kebumen,” kata Rini.

Masih menurut Rini, pihaknya bersama stakeholder KPA lain, telah melakukan sosialisasi untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Beberapa inovasi pelayanan sudah dilakukan, misalnya: Nikah Yes, HIV-AIDS No. Yaitu, pemeriksaan HIV pada calon pengantin, konsultasi kesehatan reproduksi, dan pemeriksaan HIV pada ibu hamil.

Audiensi dihadiri Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfud, Kabag Kesra Setda Wakhib Tamam, dan Sekretaris KPA Provinsi Jateng, Zaenal Arifin. Juga hadir perwakilan OPD stakeholder KPA Kebumen Disdik, Diskominfo, Dispermades PPPA, Dinsosdalduk KB, Disnakerkop UKM Kebumen.

Sebelumnya koran ini memberitakan, Kabupaten Kebumen menempatkan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Jawa Tengah. Setidaknya, hal itu tergambar pada data semester pertama 2017 yang mencatat bahwa penderita HIV/AIDS di Kebumen, tertinggi se-Jateng dibandingkan kota/kabupaten lainnya.

“Jumlah temuan kasus HIV Kebumen semester pertama 2017 sebanyak 54 dan AIDS 78 kasus. Total temuan 132 dan menjadi peringkat pertama di Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Rini Kristiani, Senin (30/10) saat audiensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jateng. Kecamatan Kebumen terbanyak menyumbang angka penderita HIV-AIDS, dengan 95 penderita, disusul Puring (58 orang) dan Petanahan 56 penderita.

Rincian temuan kasus HIV-AIDS di Jateng, berturut-turut: Kebumen 132 kasus, Brebes (100), Kabupaten Semarang (95), Batang (90), dan Sragen 86 kasus. Rini menyampaikan, kondisi tersebut bukan semata-mata karena tingginya kasus HIV AIDS. Tapi kinerja Tim KPA Kebumen yang maksimal. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here