Terjebak Macet, Wali Kota Jalan Kaki

Geram, Petugas Dishub Tak Nongol

1092
TEROBOS KEMACETAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terpaksa jalan kaki saat terjebak kemacetan di Jalan Dewi Sartika, Semarang, kemarin. (kanan) Truk ngglondor menjadi penyebab jalan macet (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TEROBOS KEMACETAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terpaksa jalan kaki saat terjebak kemacetan di Jalan Dewi Sartika, Semarang, kemarin. (kanan) Truk ngglondor menjadi penyebab jalan macet (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terpaksa harus turun dari mobil saat terjebak macet hampir satu jam di Jalan Dewi Sartika, Semarang, arah menuju Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sekaran, Senin (30/10) sore. Orang nomor satu di Kota Semarang itupun langsung menerobos kemacetan lalu-lintas dengan berjalan kaki. Ia mencari titik sumbat yang menyebabkan kemacetan parah tersebut.  Tepatnya di tanjakan Jalan Dewi Sartika, ternyata ada truk tergelincir hingga menimpa gudang kayu. Separuh badan truk tersebut menutup sebagian jalan, sehingga membuat arus lalu-lintas tersumbat.

Hal yang membuat Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi geram, dalam insiden kemacetan panjang tersebut tidak satupun petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang nongol untuk mengurai kemacetan di lokasi kejadian.  

“Memang sedang ada pembangunan betonisasi jalan, pembuatan drainase, diperparah dengan adanya truk ngglondor, tergelincir sampai menutup jalan. Ternyata, hanya ada temen-temen (polisi, Red) lalu lintas. Petugas Dishub kok nggak ada di lokasi,” katanya heran.

Saat itu juga  Hendi langsung menelepon Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik, untuk segera menerjunkan personel ke lapangan. Petugas Dishub diminta membantu kepolisian mengatur lalu lintas.

“Ada dua hal, saya minta kepada masyarakat untuk bersabar, hari ini sedang ada pembangunan betonisasi, kedua pembuatan irigasi dan drainase di sepanjang Jalan Menoreh.  Ini diperparah, ada truk yang tergelincir. Sehingga mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. Saya agak nggak berkenan tadi. Ternyata di situ hanya ada teman-teman Satlantas, temen-temenku Dishub ini tidak ada di lokasi. Sudah saya telepon Kadishub agar segera menurunkan tim di lokasi,” ujarnya.

Hendi juga meminta agar petugas Dishub diturunkan setiap hari di titik tersebut, mengingat tingkat kemacetannya tinggi. “Saya minta temen-temen Dishub Kota Semarang untuk selalu menempatkan petugas di situ,” katanya.

Dia juga berharap masyarakat bersabar. Apabila masyarakat hendak menghindari jalur tersebut yang rawan macet, ia menyarankan agar melintasi jalur lain.

“Akses menuju Gunungpati sebenarnya banyak. Kalau akses melalui Jembatan Besi ini macet, sebetulnya bisa juga melewati akses lewat Manyaran, atau agak melingkar melalui BSB, atau lewat Ungaran-Pudak Payung. Kondisi sekarang ini sedang diperbaiki ya merelakan waktu lah untuk muter sithiklah (memutar sedikit) agar terhindar kemacetan di titik-titik perbaikan jalan. Sehingga penumpukan lalu–lintas tidak seperti ini. Tapi, yang jelas kami kritisi karena tidak ada petugas Dishub di situ,” ujarnya. (amu/aro)