Tak Berizin, Usaha Garmen Disegel

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

UNGARAN – Satpol PP Kabupaten Semarang kembali melakukan penyegelan terhadap tempat usaha di Kabupaten Semarang. Kali ini penyegelan dilakukan terhadap Usaha Dagang (UD) Ratna Garmen di Desa Delik Kecamatan Tuntang.

Penyegelan dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang Tajudin Noor. Usai penyegelan, Tajudin menjelaskan jika hal itu dilakukan lantaran amanat dari Pansus Perizinan. “Sehingga kami tutup operasionalnya,” kata Tajudin, Senin (30/10).

Dijelaskan lebih lanjut, adapun alasan penutupan yaitu tempat usaha tersebut dinilai melanggar tujuh perda sekaligus. Antara lain Perda Kabupaten Semarang Nomor 4/2004 tentang izin usaha dan industri serta tanda daftar industri.

Selain itu Perda Kabupaten Semarang Nomor 16/2010 tentang penataan dan pembinaan pergudangan, Perda Kabupaten Semarang Nomor 9/2014 tentang izin gangguan (HO), Perda Kabupaten Semarang Nomor 10/2014, Perda Kabupaten Semarang Nomor 2/2015 tentang bangunan gedung, dan Perda Kabupaten Semarang Nomor 6/2011 tentang RT/RW.“Semuanya dilanggar dan tidak memiliki izin sama sekali,” ujar Tajudin.

Penyegelan dilakukan dengan menempelkan sebuah stiker bernada ‘Disegel’ dan pemasangan garis Satpol PP line oleh petugas. Dijelaskan Tajudin, sebelumnya teguran sudah dilayangkan ke UD Ratna Garmen tersebut.

Namun hingga beberapa kali teguran, pihak pemilik maupun pengelola masih mengindahkannya. “Pemilik dan pengelola masih bandel, sudah berkali-kali diperingatkan masih saja tidak mematuhi aturan. Sehingga kami segel,” katanya.

Dikatakan Tajudin, penyegelan tersebut juga sebagai bentuk ketegasan Pemkab Semarang dalam hal penegakan Perda. “Perda harus ditaati, karena aturan sudah jelas,” ujarnya.

Penyegelan tersebut, lanjutnya, akan tetap berlaku sampai pemilik usaha maupun pengelola menuntaskan kewajibannya. Kewajiban tersebut yaitu bukti kepemilikan berbagai izin untuk usaha tersebut. Tajudin juga menegaskan jika pihaknya tidak main-main dalam hal penegakan Perda. “Kalaupun ada yang tidak taat dalam perda tetap akan kami segel dan tidak pandang bulu,” ujarnya.

Selama ini, kesalahan fatal dari UD tersebut yaitu fungsi dari bangunan. Dimana difungsikan untuk produksi. “Seharusnya itu hanya untuk gudang saja, bukan untuk produksi,” tuturnya.

Sehingga apabila nantinya pemilik dari UD tersebut sudah mengantongi izin lengkap dan beroperasi hanya diperbolehkan untuk gudang.“Nanti harus untuk gudang, bukan untuk produksi kalau sudah memiliki izin lengkap dan beroperasi,” katanya.

Adapun UD Ratna Garmen merupakan milik atas nama Nanik dan Supriyadi. “Kami tutup sampai izinnya semua beres,” ujarnya. (ewb/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Ratusan Warga Cuci Karpet

TENGARAN—Ratusan masyarakat di Kabupaten Semarang dan Salatiga mencuci karpet atau tikar masjid dan musala di Senjoyo, Tegalwaton, Tengaran. Kegiatan ini sudah menjadi budaya tahunan...

Jangan Batasi, Tetap Pantau Terus

RADARSEMARANG.COM - ANAK yang terlahir sebagai generasi Z di zaman milenial tidak dapat dihindarkan lagi dari gadget dan internet. Anak-anak zaman ini sudah mulai...

Terminal Bus Karangawen Rusak Parah

DEMAK-Keberadaan Terminal Bus Pasar Karangawen tak ubahnya bangunan tua tak berpenghuni. Kondisinya kumuh tanpa perawatan, menjadikan terminal ini ditinggalkan angkutan-angkutan umum. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat...

Bayar Kuliah Bisa Dicicil

SEMARANG – Politeknik STiBISNIS Semarang menggandeng lembaga pembiayaan kredit yakni Adira Finance, dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan pendidikan, Kamis (2/2) siang kemarin. Direktur...

More Articles Like This

- Advertisement -