RESMIKAN KAMPUNG KB: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meresmikan Kampung KB di Kampung KB di Dukuh Pandogan, Desa Tlogopandogan, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RESMIKAN KAMPUNG KB: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meresmikan Kampung KB di Kampung KB di Dukuh Pandogan, Desa Tlogopandogan, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG– ‘Banyak anak banyak rezeki’. Jargon itu sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Sebab, makin banyak anak, beban ekonomi keluarga justru bertambah berat. Karena itu, Pemprov Jateng menggalakkan program Keluarga Berencana (KB) agar kesejahteraan rakyatnya lebih terjamin.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku selalu mengingatkan agar setiap keluarga menggunakan KB. Terutama yang sudah punya dua anak. “Semakin kecil keluarga, semakin gampang dikelola dan semua bisa direncanakan dengan baik. Kalau kita bisa menjarangkan kelahiran dan program KB bisa berhasil, maka semua menjadi ‘manageable’ soal kependudukan ini,” katanya saat Kampung KB di Dukuh Pandogan, Desa Tlogopandogan, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Senin (30/10/2017).

Orang nomor satu di Jateng ini pun mengapreasiasi Kabupaten Demak karena dianggap peduli dengan upaya pengendalian laju jumlah penduduk. Pemkab Demak pun rela menganggarkan APBD untuk memberikan bantuan alat KB jenis implan. “1 orang dapat bantuan 1 implan,” tuturnya.

Menurutnya, upaya pengurangan angka kemiskinan bisa lebih optimal hasilnya jika program-program terkait kependudukan berjalan di semua daerah. Dia menggambarkan, keluarga yang punya 7 anak dengan yang hanya punya 2 anak. Beban ekonominya pasti lebih berat yang punya 7 anak.

“Sehingga kalau kita bicara pengurangan kemiskinan mereka bisa lebih terkendali dan apa yang negara berikan kepada mereka bisa terukur,” jelasnya.

Pihaknya pun mendorong semua pihak untuk menyukseskan program KB di daerah masing-masing. “Begitu reformasi selesai, memang program KB agak kocar-kacir, sekarang dikembalikan lagi, BKKBN turun lagi, daerah didoromb untuk lebih peduli lagi, bahkan TNI-Polri kita minta bantuannya untuk menyosialisasikan ini,” ujarnya.

Dijelaskan, sebenarnya KB bukan hanya untuk kaum hawa saja. Bapak-bapak pun sebaiknya juga ikut KB. Hanya saja, masih banyak yang merasa takut menggunakan KB jenis fasektomi. “Mereka takut, kalau pakai KB, ‘anu’nya tidak bisa berdiri lagi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Demak, M Natsir menambahkan bahwa program KB memberikan kontribusi yang maksimal dalam pengendalian penduduk. “Saya minta peruntukan anggaran desa tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan non-fisik melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk program KB,” katanya. (amh/zal)