Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng).
Rukma Setyabudi (Ketua DPRD Jateng).

SEMARANG – Berita bohong atau hoax di kancah dunia maya sudah menjadi konsumsi publik. Nyaris setiap hari, selalu ada hoax yang beredar. Karena itu, media mainstream diminta menjadi filter. Meluruskan informasi hoax agar tidak menyesatkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) I, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Jateng, di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/10). Menurutnya, menangkal informasi hoax bukan hal mudah. Khususnya yang menyangkut dengan fitnah dan menebarkan kebencian. “Memang tidak ringan, tapi harus dilakukan,” tegasnya.

Politikus PDIP Ini menjelaskan, di era informasi global saat ini, semua orang dimanjakan dengan teknologi canggih. Tapi , kemudahan memperoleh informasi itu mestinya juga dibarengi dengan pemanfaatannya untuk tujuan yang positif pula.

“Harus pintar memilih yang baik dan tidak baik adanya informasi di medsos. Harapan kita, media siber ini memberi pencerahan ke masyarakat agar dalam berbangsa dan bernegara jadi lebih baik. Jangan malah terpengaruh berita hoax,” tegasnya. Selain itu lanjutnya, media siber juga harus bertanggungjawab, objektif, dan aspiratif dalam memberikan informasi ke publik.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan, tantangan media siber dari aspek konten jurnalistik adalah bagaimana meraih kepercayaan publik. Maka, pengelola media siber harus mampu memilah mana informasi yang benar dan mana informasi yang hoax. “Media digital atau siber kita harus didorong ke situ, agar kontennya benar dan dipercaya publik,” katanya.

Ketua Panitia Konferwil I Provinsi Jateng, Nurkholis mengatakan, penyelenggaraan konferensi ini adalah tindaklanjut dari pelaksanaan Kongres AMSI di Jakarta pada 22 Agustus 2017 lalu. Selanjutnya, dalam forum Kongres itu mengamanatkan untuk membentuk kepengurusan di semua daerah di Indonesia. “Kepengurusan sampai tingkat daerah di seluruh Indonesia, ini juga sebagai syarat verifikasi di Dewan Pers untuk media siber,” katanya. Dalam Konferwil I AMSI Jateng ini, diikuti oleh 21 peserta. Menurut dia, sebenarnya banyak yang ingin bergabung, namun mereka belum memiliki badan hukum. (amh/ric)