BIAR SEHAT: Petugas Harian Lepas (PHL) menerima makanan tambahan atau extra fooding (EF) di Pendopo Pengabdian, saat acara syukuran Penghargaan Adipura 2016-2017 (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
BIAR SEHAT: Petugas Harian Lepas (PHL) menerima makanan tambahan atau extra fooding (EF) di Pendopo Pengabdian, saat acara syukuran Penghargaan Adipura 2016-2017 (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG– Pemkot Magelang berencana mendaftarkan seluruh petugas harian lepas (PHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 2018. Jumlah yang akan didaftarkan mencapai 350 orang.

Kebijakan tersebut  disambut baik oleh PHL. Salah satunya, Ropi, PHL yang sudah empat tahun bekerja sebagai petugas taman. Ia mengatakan, menjadi peserta JKN-KIS adalah harapannya sejak dulu. Dengan begitu, ia  menjadi semakin nyaman saat bekerja. Tidak lagi terbayang besarnya biaya berobat, jika sakit.

“Yang pasti senang, karena kami akan punya jaminan kesehatan. Apalagi, pekerjaan kami ini cukup berat, kadang fisik tidak menentu,” kata Ropi, Senin (30/10) kemarin, usai menerima dua dus makanan tambahan di Pendopo Pengabdian.

Sekretaris DLH Kota Magelang, Syaifullah membenarkan rencana mengikutsertakan PHL menjadi peserta JKN-KIS. Program ini juga dalam rangka melaksanakan arahan pemerintah pusat.

Kepala DLH Kota Magelang, Machbub Yani Arfian  menambahkan, pada acara syukuran penghargaan Adipura, pihaknya membagikan makanan tambahan atau extra fooding (EF) bagi 350 PHL. Masing-masing menerima EF sebesar Rp 210 ribu. “Pemberian EF kami laksanakan dua kali dalam satu tahun. Tujuan  pemberian ini untuk meningkatkan gizi para personel PHL.”

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito  mengapresiasi seluruh unsur PHL yang memberikan kontribusi besar diraihnya penghargaan Adipura, dan didukung peran masyarakatnya. “Mereka (petugas PHL, Red) itu luar biasa, bekerja 24 jam. Mereka layak diberikan penghargaan. Saya ingin meningkatkan kesejahteraan mereka.” (put/isk)