LAPORAN: Pemdes Mluweh memajang penggunaan APBDes di depan kantor Kepala Desa Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
LAPORAN: Pemdes Mluweh memajang penggunaan APBDes di depan kantor Kepala Desa Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Pembangunan sektor infrastruktur masih terus di kebut oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur. Kades Muluweh Asariyono mengungkapkan hal itu sesuai dengan kebutuhan Desa. “Desa kita itu masing-masing dusun terhubung jembatan, dan terkelilingi sungai, karenannya infrastruktur menjadi fokus kita dahulu,” ujar Asariyono, Senin (30/10).

Apalagi, Desa tersebut secara topografi berada paling luar wilayah Kabupaten Semarang dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Semarang. Kondisi infrastruktur, ia mencontohkan jalan, sebelum adanya Dana Desa (DD) untuk Desa Mluweh memang sangat memperihatinkan.

KADES MLUWEH: Asariyono (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KADES MLUWEH: Asariyono (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Letaknya yang paling luar dari Kabupaten Semarang, lanjutnya, kurang begitu mendapatkan perhatian. Sehingga dengan adanya DD, dan penataan anggaran melalui APBDes, infrastruktur dapat dibangun.

Pembangunan infrastruktur antaralain jalan poros Desa. “Kan saat ini jalan poros Desa tidak bisa dibangun Pemkab Semarnag karena merupakan aset milik desa, sehingga Desa yang berkewajiban membangun menggunakan DD,” ujarnya.

Saat ini APBDes untuk 2017 Desa Mluweh sebesar Rp 1.362.140.000. APBDes tersebut diperoleh dari beberapa Pendapatan Asli Desa (PADes). Diantaranya hasil aset Desa sebesar Rp 40 juta, Swadaya dan gotong royong sebesar Rp 20 juta.

“Juga Pendapatan Transfer sebesar Rp 20 juta, DD sebesar Rp 801.144.000, Bagi hasil pajak dan retribusi daerah sebesar Rp 48.406.000, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 452.490.000, dan Bantuan keuangan kabupaten sebesar Rp 20.100.000,” katanya.

Penggunaan APBDes Mluweh juga dilakukan dengan transparan. Wujud transparansi tersebut yaitu dengan poster penggunaan APBDes 2017 yang terpampang di depan kantor Kepala Desa. “Supaya warga juga bisa ikut mengawasi penggunaan APBDes kita,” katanya.

Pembangunan rabat beton di Desa tersebut memang menjadi pilihan. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah yang labil, sehingga apabila pembangunan hanya pengaspalan dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama.

Selain itu, Pemdes Mluweh juga mempersiapkan adanya BUMDes. Diantaranya yaitu melalui usaha toko material. Saat ini, hal tersebut masih di godok melalui Perdes (Peraturan Desa). (ewb/bas)