SEMARANG– Sidang perdana praperadilan yang diajukan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melawan Jaksa Agung (JA) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, akhirnya diganti menjadi agenda pembacaan intervensi yang diajukan Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) di P (PN) Semarang, Senin (30/10).

“Saya baru menerima surat permohonan intervensi dari MAKI, terkait sah atau tidak penetapan tersangka, suratnya ditandatangani oleh Boyamin Saiman,”kata hakim tunggal praperadilan, Lasito dalam persidangan.

Dalam gugatan itu MAKI mengajukan diri sebagai pihak intervensi dalam gugatan praperadilan, yang diajukan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melawan JA dan Kajati Jateng yang kembali menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan politik (banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dalam persidangan, kuasa hukum Bupati Jepara, Muhayat menyampaikan dalam berkasnya ada beberapa tulisan yang direvisi diantaranya yang ada pada halaman 1, yang tertulis Kelurahan Mangkang Lor seharusnya Mangkang Wetan. Kemudian tertulis kejaksaan agung, seharusnya jaksa agung. “Cukup itu yang mulia, demikian yang kami revisi,”sebut Muhayat.

Boyamin mengatakan, berdasar Putusan Pengadilan Tipikor Semarang atas Terdakwa Sodiq Priyono dengan  No: 10/Pid.Sus-TPK/2016/PN.SMG pada 7 Juni 2016 lalu menyatakan,  terdakwa Sodiq Priyono didakwa bersama-sama dengan Ahmad Marzuqi dan Zaenal Abidin melakukan korupsi dan dalam pertimbangannya majelis hakim dalam memutus menyatakan  terdakwa Sodiq Priyono bersalah korupsi  dilakukan secara bersama-sama dengan Ahmad Marzuqi dan Zaenal Abidin.

Ia juga menilai, berdasar putusan  terdakwa Zaenal Abidin pada 19 Juli 2016 lalu menyatakan  terdakwa Zaenal didakwa bersama-sama dengan Sodiq Priyono tanpa menyebut nama Ahmad Marzuqi melakukan korupsi, namun dalam pertimbangannya majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang dalam memutus menyatakan  terdakwa Zaenal bersalah korupsi  dilakukan secara bersama-sama dengan Ahmad Marzuqi.

Menurutnya, peran dan keterlibatan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka dalam perkara tersebut telah mendapat legitimasi yang sangat kuat karena ditegaskan kembali dalam pertimbangan hakim dalam putusan Praperadilan Tipikor Semarang Perkara Pidana No. 05/Pid.Prap/2017/PN.Smg tanggal 18 Juli 2017 yang menyatakan dokumen putusan pengadilan yang telah inkracht  adalah bukti kuat dan akurat karena telah melalui persidangan yang terbuka untuk umum.

“Kami meminta hakim dalam putusannya menyatakan tindakan penetapan tersangka atas Ahmad Marzuqi  dalam kasus itu oleh penyidik Kejati Jateng adalah sah dan berdasar hukum,” tandasnya. (jks/zal)