SALATIGA – Dua penipu kelas kakap digulung jajaran Resmob Polres Salatiga, Sabtu (28/10). Keduanya adalah Kelik Hartanto, 43, warga Banyuurip, Sawahan, Surabaya dan Andi Suprapto, 39, warga Tanjungpinang, Pahandut, Kota Palangkaraya.

Penangkapan berawal dari laporan korban Gunarto, 37, warga Gubug, Grobogan yang merasa dirugikan karena uangnya Rp 85 juta lenyap. Uang tersebut sedianya untuk uang muka pembelian sebuah mobil  truk, raib dibawa lari pelaku.

Kejadian bermua dari pertemuannya dengan kedua pelaku di sebuah tempat di Grobogan.  Gunarto menyampaikan niatnya untuk membeli truk sebagai modal usahanya. Kedua pelaku mengaku sebagai sales Bank Niaga CIMB Semarang dengan menunjukkan beberapa brosur dan daftar harga dari show room Sun Motor Salatiga. Pelaku mengaku dapat membantu mengajukan kredit kendaraan truk di show room dimaksud.

Akhirnya korban dan kedua tersangka berangkat bersama ke Salatiga dengan menggunakan Toyota Avanza yang belakangan diketahui sebagai mobil rental dikemudian oleh tersangka Kelik Hartanto.

Ketika sampai di Jalan Argotirto, Pendem, Salatiga, pelaku meminta uang yang dibawa korban sebanyak Rp 85 juta. Pelaku beralasan jika uang itu akan diserahkan kepada Sun Motor Salatiga sebagai uang muka. Korban diminta agar menunggu di Sun Motor, sekitar satu setengah jam truk akan datang.

Setelah menunggu cukup lama, alih-alih truk yang datang, justru pelaku telah kabur dan tidak bisa dihubungi. Merasa dirugikan, korban melaporkan kejadiannya ke Polres Salatiga.

Mendapat laporan, Sat Reskrim Polres Salatiga bergerak cepat. Akhirnya polisi dapat melacak pelaku yang sudah berada di Jogjakarta. Polisi kemudian memburu pelaku dan akhirnya ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kaliurang Jogjakarta.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan yang dihubungi membenarkan penangkapan tersebut. Terpisah, Kasatreskrim Polres Salatiga AKP Achmad Sugeng mengatakan, bahwa penangkapan bisa dilakukan karena kecepatan laporan dan informasi tentang ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

”Kasusnya sedang kami kembangkan, karena dari pengakuan, pelaku telah melakukan tindak pidana serupa sebanyak lima kali ditempat lain. Pelaku akan dijerat dengan pasal 378 KUHP,” ucap AKP Achmad Sugeng. (sas/lis)