Bandel, Kios PKL Akan Dibongkar Paksa

477
DIRELOKASI: Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan WR Supratman mulai membongkar sendiri kiosnya, kemarin (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG).
DIRELOKASI: Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan WR Supratman mulai membongkar sendiri kiosnya, kemarin (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Sebanyak 87 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan WR Supratman Semarang diberi batas waktu hingga Selasa (31/10) hari ini untuk membongkar kios. Jika tidak dibongkar, Satpol PP Kota Semarang akan melakukan penertiban dengan cara merobohkan paksa bangunan yang berdiri di kawasan terlarang tersebut.

Senin (30/10) kemarin, sebagian pedagang telah melakukan pembongkaran bangunan, baik permanen maupun semipermanen. Namun sebagian yang lain masih berdiri. Sejumlah aparat Satpol PP tampak melakukan pengawasan di lokasi.

“Penertiban kami lakukan untuk mendukung rencana pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum 2018 nanti,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, Senin (30/10).

Dikatakannya, penertiban PKL tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyiapan relokasi PKL oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. “Nanti para PKL akan direlokasi di Pasar Banjardowo, Pasar Genuk, Pasar Kembangarum dan Pasar Meteseh,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai penertiban tersebut dengan memberi batas waktu hingga 31 Oktober 2017 untuk membongkar sendiri.

“Kami berharap para pedagang menaati aturan, sehingga petugas tidak perlu melakukan pembongkaran. Hari ini, sebagian pedagang telah membongkar sendiri lapaknya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, keberadaan para PKL di jalur tersebut mengakibatkan kondisi semrawut. Selain itu, dalam waktu dekat jalur tersebut akan dilakukan pelebaran jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Kami akan terus melakukan penertiban PKL,” katanya.

Salah satu warga, Bayu Wardhana, mengatakan, di jalur tersebut seringkali digunakan untuk berjualan dan menjadi pasar tiban pada minggu pagi. Kondisi itu mengakibatkan kondisi jalur tersebut sering terjadi penyumbatan arus lalu-lintas.

“Terus terang sangat mengganggu ketertiban, kalau saat ini PKL mau ditertibkan dan dilakukan pelebaran jalan, saya sangat setuju. Sehingga jalur ini menjadi kondusif. Kondisi semrawut itu sudah bertahun-tahun,” keluhnya. (amu/aro)