TERBAKAR : KM Dharma Kencana II saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, terbakar di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Semarang menuju Pontianak, Minggu (29/10) kemarin (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERBAKAR : KM Dharma Kencana II saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, terbakar di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Semarang menuju Pontianak, Minggu (29/10) kemarin (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAPAL yang terbakar di perairan barat Kepulauan Karimunjawa masih mengapung di atas permukaan air laut. Sejauh ini, belum ada pihak yang menyatakan mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kapal yang mengangkut 209 orang tersebut.

Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno mengakui sampai sejauh ini kapal yang terbakar masih mengeluarkan asap. Setelah melakukan evakuasi, awak kapal KMP Dharma Kencana II akan dibawa ke Semarang.

“Langkah berikutnya kru akan ditarik ke Semarang untuk membuat Laporan Kecelakaan Kapal, sebagai bahan pemberkasan. Hal itu, untuk mencari sebab-sebab kecelakaan kapal. Supaya kedepannya tidak lagi ada kecelakaan kebakaran kapal serupa,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Gajah masih dilakukan penyelidikan. Hal itu bukan masuk ranahnya, nantinya yang akan melakukan penyelidikan adalah Komite Nasional Keelamatan Transportasi (KNKT) termasuk Mahkamah Pelayaran. “Sampai saat ini belum. Nanti ada KNKT yang melakukan investigasi, termasuk Mahkamah Pelayaran akan mencari sebab-sebab kecelakaan kapal,” katanya.

Terkait dugaan Gajah mengungkapkan kasus sebelumnya yang pernah terjadi, sopir atau kernet merokok. Padahal di sekitarnya ada bensin, tapi ketiduran lupa mematikan rokok. Bisa ada kemungkinan lain, yakni adanya muatan barang-barang berbahaya. “Itu juga bisa. Apakah dari mesin atau rokok, kami belum tahu. Akan ada tim investigasi sendiri. Terkait pengawasan, tidak boleh mamasukkan atau mengangkut barang berbahaya, sudah kami cek, rata-rata yang diangkut Kapal Dharma Kencana II ini sayuran. Tapi jangan salah, bungkil pun bisa mengakibatkan kebakaran,” katanya.

Selain mengangkut penumpang, KMP Dharma Kencana II juga mengangkut sepeda motor 20 unit, truk kecil 1 unit, truk besar 17 unit dan mobil pribadi mencapai 8 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya 46 unit. “Kalau kerugian kami bukan ahlinya, termasuk dalam penaksiran harga. Hanya saja, truk besar dan kecil rata-rata bermuatan sayuran, untuk kebutuhan wilayah Pontianak,” jelasnya.

Gajah juga membeberkan, KMP Dharma Kencana 2 buatan tahun 1992. Sedangkan kapasitas maksimal 952 orang, sehingga masih banyak ruang kosong saat kapal tersebut berlayar. Kemudian dok terakhir kapal 14 Agustus 2017 sampai 27 Agustus 2017.

“Sertifikat kapal sampai 28 Pebruari 2018. Kapal cukup baik, awak kapal sesuai dengan apa yang ada. Kemudian perjalanan dari Semarang sampai Pontianak 38 jam, dengan speed rata-rata 12 knot, cuaca bagus,” jelasnya.

Kapal-kapal yang menolong KMP Dharma Kencana II adalah Kapal KPLP KNP. 203, kapal Polair, Kapal Basarnas KN 231 Sadewa, kapal TNI AL KRI Soputan dan kapal-kapal swasta seperti KMP Kirana I, KMP Kelimutu, KMP Ekspres Bahari, KM Tanto Jaya dan TB Citra.

Sementara Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin mengatakan telah melaksanakan tugasnya seusai tupoksinya. Proses perpindahan sudah selesai pada pukul 13.30 dan Kapal Kirana I langsung menuju ke Pelabuhan Kumai.

“Kami sudah melaksanakan searching untuk memastikan sejak Kirana I meninggalkan lokasi pada pukul 13.30. Sampai pukul 18.00 sudah clear, kami sudah memastikan tidak ada penumpang atau sekoci yang tercecer,” tegasnya. (mha/ida)