Non Unggulan Melaju Final Anak Putra

Djarum Foundation Kejurkab PBSI Kendal 2017

647
BABAK SEMI FINAL: Pertandingan babak semi final tunggal dini putri antara unggulan satu Grace Ayu dari PB SBR (kiri) melawan Adinda dari PB Antastis. Grace Ayu memenangi laga 21-12, 21-16 (Taufik Rikhoyadi/Jawa Pos Radar Semarang).
BABAK SEMI FINAL: Pertandingan babak semi final tunggal dini putri antara unggulan satu Grace Ayu dari PB SBR (kiri) melawan Adinda dari PB Antastis. Grace Ayu memenangi laga 21-12, 21-16 (Taufik Rikhoyadi/Jawa Pos Radar Semarang).

KENDAL-Pemain seeded non unggulan dari klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Gajahmada, Bona Ventura, berhasil melaju ke babak final tunggal anak putra Djarum Foundation Kejurkab PBSI Kendal 2017, yang berlangsung di Gedung SBR, Purin, Kabupaten Kendal, Minggu (29/10) kemarin. Satu tempat final lainnya direngkuh oleh Dafa Alperas, seeded dari PB Merah Putih.

Hasil kejutan Bona Ventura, diperoleh setelah bermain di babak semi final melawan unggulan dua Gibran Akmal (PB Prestasi). Bona memetik kemenangan dua set langsung. Gim pertama, perolehan angka Bona dan Gibran saling mengejar. Kedua pemain bahkan tiga kali menyamakan angka, yakni 10-10, 15-15 dan 19-19. Bona yang tidak diunggulkan akhirnya mampu mengungguli. Dengan bermain lepas dan melemparkan smesh-smesh tajam yang tidak dapat diantisipasi lawan, Bona mencatatkan dua keunggulan angka sekaligus hingga berakhir 21-19.

Berlanjut gim kedua, Bona makin lebih percaya diri menyerang dan aktif mengantisipasi bola lawan. Hingga di interval pertama, Bona mampu unggul 11-7. Disatu sisi, Gibran yang tertinggal berusaha untuk mengejar ketertinggalan, sekaligus membuka peluang untuk menyamakan posisi. Dari ketertinggalan 10-14, dikejar menjadi 16-19. Sayangnya, Gibran tak mampu membendung Bona, yang akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-18.

Pelatih PB Prestasi, Agus Andrianto, mengakui lawan yang dihadapi anak didiknya cukup tangguh. Di satu sisi, Gibran sering gagal mendapat poin saat mengembalikan bola. “Dia kurang tenang bermain, sementara lawannya memang lebih agresif. Sebelumnya saat popda, dia menang lawan pemain ini,” ungkapnya.

Sementara, Dafa Alperas tidak kesulitan untuk menembus babak puncak. Di babak semi  final, Dafa menghentikan langkah Alveniko, non unggulan dari PB Merah Putih dengan skor 21-6, 21-6. Hasil inipun mengukuhkan keperkasaan Dafa, dengan selalu meraih kemenangan dua set langsung sejak penyisihan pertama. Apalagi, perolehan angkanya selalu unggul jauh.

Pada kelompok tunggal anak putri, partai final mempertemukan dua pemain PB SBR. Yakni unggulan satu Agna Nabila dan unggulan dua Ayu Astiti. Sebelumnya di partai semi final, Agna menghentikan langkah Amalia dari PB Hamas. Melalui laga rubber set yang berakhir 21-18, 19-21, 21-9. Sedangkan Ayu Astiti, mengandaskan Naela Miladya, juga dari PB Hamas, dengan angka jauh 21-8, 21-11.

Pelatih PB SBR, Miftachul Anam, mengatakan, partai semi final yang dilalui Agna memang cukup berat. Sebab, pada perjumpaan dengan Amalia sebelumnya, Agna sering kalah.

“Semi final Agna ini bisa dikatakan kesempatan pembalasan. Agna memang punya motivasi untuk mengalahkan lawannya. Jadi main hati-hati, tidak mau buang kesempatan. Kelihatan perolehan angkanya ketat. Untuk final Agna Dan Ayu, perkiraan fifty-fifty karena sering latih tanding,” jelasnya. (fiq/zal)