TERBAKAR : KM Dharma Kencana II saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, terbakar di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Semarang menuju Pontianak, Minggu (29/10) kemarin (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TERBAKAR : KM Dharma Kencana II saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, terbakar di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Semarang menuju Pontianak, Minggu (29/10) kemarin (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kencana II yang berlayar membawa ratusan orang dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Pontianak terbakar di perairan laut Jawa pada Minggu (29/10) sekitar pukul 03.45. Lokasi kebakaran di posisi 47 mil barat laut Pulau Karimun Jawa dengan koordinat 05 04 858′ S// 109 53 900′ E. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, para penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan.

“Terjadi kecelakaan laut. Telah terbakar Kapal Dharma Kencana II,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Gajah Rooseno saat konferensi pers di kantornya, Minggu malam (29/10) kemarin.

Gajah membeberkan, KMP Dharma Kencana II ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan Pelabuhan Pontianak Kalimantan, Sabtu (28/10) pada pukul 17.00. Namun di tengah perjalanan sekitar lokasi barat laut Pulau Karimun Jawa terjadi insiden kebakaran, pada pukul 03.45 pagi.

“Setelah kami mendapatkan informasi, kami langsung koordinasikan dengan unsur-unsur di lapangan meliputi Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI AL, Polair, unsur KN KPLP (Kapal Negara Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai), termasuk PT Dharma Lautan Utama (DLU) perusahaan pemilik kapal sendiri, untuk melakukan evakuasi,” terangnya.

Sebelumnya, saat tim berangkat untuk melakukan evakuasi, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kapal Kirana I yang kebetulan berlayar tidak jauh dari lokasi KMP Dharma Kencana II terbakar. Sehingga, Kapal Kirana I mengitari sekitar perairan laut Jawa dan menemukan kapal yang mengalami musibah tersebut. “Sampai di lapangan, kami monitor terus, termasuk perkembangan perjalanannya,” tandasnya.

 

Kapal Kirana 1 tiba pukul 12.00 siang, langsung mengevakuasi para penumpang KMP Dharma Kencana II. “Kapal dan awak kapal langsung meninggalkan lokasi. Karena kondisi Kapal Dharma Kencana II sudah tidak bisa dikendalikan, terbakar semakin besar,” katanya.

Gajah menegaskan, jumlah penumpang di dalam KMP Dharma Kencana II mencapai 209 orang terdiri atas penumpang, anak buah kapal (ABK) hingga pedagang. Jumlah penumpang terdiri atas 132 orang dewasa, 4 anak-anak, 2 bayi, 40 orang awak kapal, kemudian 31 orang vendor (cleaning service dan pedagang). “Jumlah penumpang kapal seluruhnya 209 orang,” tegasnya.

Gajah mengakui upaya yang dilakukan dalam penyelamatan penumpang kapal kali ini, sudah mengerahkan semua tim yang bergerak cepat. Bahkan, untuk menghindari adanya penumpang yang masih tertinggal, tim Basarnas belum menutup pencarian sampai malam ini.

“Meski begitu, kami tidak bisa memastikan semuanya. Pengalaman yang sudah-sudah, karena kejadiannya di pagi hari, dikhawatirkan satu atau dua orang tidak terpantau. Karena kebakaran, panik, mungkin masih tertidur, kami tidak tahu. Tapi pada jumlah manives, semua selamat,” ujarnya.

Selanjutnya, ratusan penumpang yang dievakuasi langsung dibawa menuju ke Pelabuhan Kumai, sekitar Kalimantan. Karena jarak tempuhnya lebih dekat dibanding menuju Pelabuhan Pontianak.

“Kami evakuasi ke Kumai, karena Kirana 1, satu perusahaan dengan DLU. Kebetulan di Kirana 1 juga telah tersedia makanan dan tempat istirahat. Dari pihak perusahaan juga telah datang kesini dan nantinya akan mengkoordinasikan lagi setelah tiba di Kumai,” katanya.

Sengaja dibawa ke Pelabuhan Kumai dan tidak dibawa ke Semarang, Gajah menjelaskan, kalau di Semarang dikhawatirkan tidak terkendali. Selain itu, pihak perusahaan telah menyediakan tempat peristirahatan kepada penumpang KMP Dharma Kencana untuk istirahat terlebih dahulu. “Jadi jarak ke Kumai lebih dekat, nantinya bisa dilanjutkan perjalanan lagi ke Pelabuhan Pontianak. Sedangkan awak kapal dan kru nanti kami bawa kembali (ke Semarang, red) untuk dilakukan investigasi,” tegasnya.

Persoalannya saat ini, imbuhnya, kapal yang terbakar tersebut tidak tenggelam dan masih terapung. Dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru apabila kapal tidak segera dievakuasi atau dilakukan penanganan. “Kapal terapung dan tidak terikat di dasar laut dan terus mengapung mengikuti arah arus. dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan kedua. Sehingga kami meminta DLU untuk mengawasi pada malam ini sampai besok. Karena kalau larap atau liar kapal itu, tidak menutup kemungkinan kapal besar akan menabraknya, karena berada di alur pelayaran,” tegasnya. (mha/ida)