Jaga Ekosistem Sungai, dengan Sedekah Sungai

555
PACU ADRENALIN : Aktivitas wisata tubing di Kali Blongkeng yang digelar Karang Taruna, Dusun Saran, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan. (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)
PACU ADRENALIN : Aktivitas wisata tubing di Kali Blongkeng yang digelar Karang Taruna, Dusun Saran, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan. (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID— Festival Kali Blongkeng kembali digelar oleh warga Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, pada Minggu (29/10) kemarin. Menandai festival, ribuan ikan ditebar di Sungai Blongkeng. Ritual tebar ikan dipimpin oleh sesepuh desa setempat. Berbagai jenis ikan pun diarak menuju sungai. Arak-arakan dimeriahkan dengan kirab budaya. Di antaranya, topeng ireng, gedrug, dan jatilan.

Wakil Ketua Panitia Kegiatan, Nanang Nurdianto, mengatakan, tujuan utama sedekah sungai untuk menjaga ekosistem sungai serta melestarikan budaya. “Ini (sedekah sungai) sudah ketiga kali diadakan di Desa Blongkeng.” Untuk meramaikan acara, panitia membuka stan pameran UMKM. Jenis ikan yang ditebar ke Sungai Blongkeng, antara lain, ikan Melem, Nila, Lele, Wader, dan Mujaer.

“Kami bersama warga, berkomitmen mengadakan acara sedekah sungai setiap tahun dan menolak perusakan ekosistem sungai, seperti mencari ikan menggunakan setrum, racun, dan bom ikan.” Sehari sebelumnya, di tempat terpisah, berlangsung kirab budaya pada gelaran Grebeg Grabah di Desa Karanganyar. Hadir meresmikan acara, Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP dan pejabat terkait.

Kepala Desa Karanganyar, Catur Windarmoko, mengatakan, kegiatan tersebut sudah kali kedua digelar pihak desa. Festival Gerabah sudah menjadi agenda tahunan. Tujuannya, mempromosikan Desa Wisata Karanganyar. Sebab, mayoritas warga Karanganyar merupakan perajin gerabah. Untuk meramaikan festival, berbagai kirab budaya turut digelar. Di antaranya, kesenian kubro, kesenian dayakan, dan topeng ireng. Pantauan koran ini, gunungan gerabah diperebutkan oleh ratusan warga, setelah Bupati Zaenal memukul gong menandai dibukanya acara.

Bupati Zaenal berharap, Festival Gerabah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung di wilayah Borobudur. Kegiatan juga diisi dengan berbagai macam lomba. Di antaranya, lomba cipta gerabah, lomba menghias gerabah, dan musik gerabah, juga tentu saja pameran gerabah. (vie/isk)