Niken Ardia (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang)
Niken Ardia (Nathaza Ayudya/ Jawa Pos Radar Semarang)

BAGI Niken Ardia, 21, menjadi apoteker tak hanya harus memiliki kesabaran tinggi saat menghadapi pasien. Pasalnya, sebagian besar pasien, kerap minta pelayanannya didahulukan. “Banyak juga pasien yang kalau dikasih tahu, justru ngeyel,” tutur lulusan diploma 3 Program Studi Apoteker, Akademi Farmasi Nusaputera, Semarang ini.

Selain memperhatikan kesehatan orang lain, apoteker dituntut teliti dalam meracik resep dokter. Jurusan farmasi memerlukan banyak waktu untuk mempelajari berbagai ilmu tentang racikan obat dan berlatih kerja di lapangan. “Harus selalu ingat laporan resep, dan laporan praktikum kimia. Bahkan, bisa berangkat pagi, pulangya bisa pagi lagi,” tambah Niken yang pernah menjadi asisten apoteker selama 3 tahun ini.

Terpenting lagi, kata Niken yang bercita-cita punya rumah sakit sendiri, adalah ikut mengawasi penggunaan obat-obat yang kerap disalahgunakan kaum remaja. “Sekarang banyak banget penyalahgunaan obat. Jadi aku ikut wanti-wanti dan mengawasi para remaja yang kerap membeli obat yang kemudian diduga disalahgunakan. Contoh seperti obat Komik, Antimo, sampai obat sesak nafas bisa digunakan untuk nge-fly­,” ungkapnya. (mg47/ida)