GULA JAWA BATUR : Warga Bringin saat mengolah gula Jawa secara tradisional dengan penjualan yang hanya menjamah pasar lokal (IST).
GULA JAWA BATUR : Warga Bringin saat mengolah gula Jawa secara tradisional dengan penjualan yang hanya menjamah pasar lokal (IST).

TUNTANG –  Desa Bringin, Kecamatan Bringin, memiliki hasil produksi gula Jawa dengan kualitas bagus. Sayangnya, potensi  ini masih terkendala pemasaran. Selama ini, gula hasil olahan warga ini hanya dipasarkan di pasar skala lokal. Padahal gula ini memiliki potensi hingga hingga ke luar daerah.

Sekretaris Desa Bringin Yenica Budi Anggraeni mengatakan, selain lebih sehat, gula aren buatan warga Bringin juga memiliki rasa manis yang khas. ”Yang terkenal ya itu, gula jawa Batur. Sayangnya warga masih membuatnya dengan menggunakan batok kelapa, sehingga kemasannya ya begitu-begitu saja. Kami akan coba membuat kemasan yang menarik sehingga bisa masuk di pasar online,” ujar Yenica mewakili kepada Desa Bringin, Yamyuri.

Kualitas gula Jawa buatan warga Bringin diakui oleh Miftah, Kepala Dusun Kroyo, dusun dimana hampir semua warga membuat gula dari aren dan kelapa. Menurutnya, gula Jawa bikinan warganya bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama.

Sekdes: Yenica Budi Anggraeni (IST).
Sekdes: Yenica Budi Anggraeni (IST).

”Kelebihannya, selain menyehatkan juga tidak seperti gula lain yang sehari sudah asam. Gula di sini hingga dua hari untuk membuat cendol itu tidak asam. Dari kabupaten juga sudah mengakui bahwa kualitasnya bagus,” kata Miftah kepada Jawa Pos Radar Semarang sembari menambahkan bahwa gula aren dan gula kelapa ini menjadi penunjang perekonomian warga setempat.

Baik Yenica maupun Miftah berharap pemasaran gula buatan warganya dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Pihaknya terus berupaya memperluas pasar demi meningkatkan kesejahteraan warga.

”Kalau bisa kita pasarkan ke luar daerah. Tidak hanya di lingkup lokalan terus. Kami akan terus mengupayakan untuk bisa ke sana,” jelas Miftah yang mengeluhkan terkadang pembuatan gula ini juga terkendala bahan baku.

Salah satu upaya pemasaran produk unggulan desa ini yang sedang digagas yaitu dengan memperkenalkan hasil produksi warga di event-event besar desa.

”Ini masih gagasan, tapi kami ingin membuat event lomba drum blek. Ada lapangan milik pemda yang mungkin bisa kita gunakan. Di sana, nanti sekaligus kita buka stan-stan untuk disewakan. Termasuk membuka stan khusus untuk membranding gula buatan warga desa sinii,” jelasnya. (cr4/zal)