KECELAKAAN: Crane yang terguling saat memasang beton di Jalan Diponegoro, Sabtu (28/10) malam (IST).
KECELAKAAN: Crane yang terguling saat memasang beton di Jalan Diponegoro, Sabtu (28/10) malam (IST).

SALATIGA – sebuah unit alat berat jenis crane yang dipakai untuk memasang/memindahkan cor beton di Jalan Diponegoro Salatiga terguling, Sabtu (28/10) malam. Beruntung, meski menimpa sebuah cafe yang ada di dekatnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat pemasangan beton di Jalan Diponegoro pada malam hari tersebut, crane kehilangan keseimbangan dan ambruk menutup jalan di sekitar perempatan penjara. Crane lantas menimpa Kafe Yege.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP I Nyoman Suasma mengatakan, setelah kejadian Jalan Diponegoro ditutup. Alat pengangkut yang ambruk itu membuat akses jalan terputus sekitar dua jam. Kendaraan dari arah Kauman atau sebaliknya, tidak dapat melintas dan harus berputar.

Menurut keterangan operator crane Tuwinarto, 57, warga Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, saat selesai memasang beton di sebelah timur crane, dia mengambil beton di sebelah barat. “Begitu seterusnya, mengambil beton menggunakan crane dari sisi barat dan memasang di sisi timur,” kata Tuwinarto.

Saat akan memasang beton di depan Kafe Yege, dia berusaha menghindar papan pembatas. Tapi  tindakan ini malah membuat crane keholangan keseimbangan dan tiba-tiba terguling.

Proyek normalisasi trotoar Salatiga berlangsung di Jalan Diponegoro sejak beberapa bulan lalu. Rekanan pelaksana memperbaiki saluran air di bawahnya. Saluran tersebut menggunakan beton yang harus dipasang menggunakan alat berat seperti crane.

Pemilik Kafe Joko Surowo didampingi pengacaranya Suroso Kuncoro telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Salatiga. ”Saya dan pemilik Kafe Yege ke Polres Salatiga terkait dengan kecelakaan proyek di depan Yege,” kata Ucok Kuncoro kepada wartawan. (sas/ton)