Tonjolkan Keindahan Batik dalam Puspa Warna

47
CANTIK : Desain simpel dengan pilihan warna-warna feminim menonjolkan keindahan bahan (Foto-foto : NURCHAMMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG).
CANTIK : Desain simpel dengan pilihan warna-warna feminim menonjolkan keindahan bahan (Foto-foto : NURCHAMMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG).

Eksistensi batik kian menguat seiring dengan berkembangnya kreativitas yang dituangkan dalam berbagai desain. Nuansa klasik hingga modern dari keunikan batik pun hadir mewarnai dunia fashion. Sehingga penggunaannya pun tak lagi terbatas pada momen khusus, tapi juga untuk keseharian.

Beberapa diantaranya hadir dalam sejumlah koleksi Batik Danar Hadi yang dipamerkan dalam fashion show bertajuk ‘Puspa Warna’. Busana bermaterial batik dirancang sebagai kebaya modern dengan detail menarik.

Mulai dari koleksi aneka kebaya berbahan brokat dan viscos. Desain simpel dengan pilihan warna-warna feminim menonjolkan keindahan bahan. Tampilan kian anggun dipadu dengan kain ATBM berpotongan 7/8.

Pada sequence kedua, rancangan bergeser pada busana batik berupa set blouse dan Pareo sebagai bawahan. Sutra Crep dengan teknik cap dengan ragam warna ceria menjadikan tampilan lebih segar tanpa meninggalkan sisi elegan.

Masuk ke koleksi berikutnya, ditampilkan batik-batik berbahan katun cap untuk penampilan smart casual dengan mengusung motif Jamben. Desain simpel modern ini ditujukan bagi perempuan bekerja yang aktif tanpa mengurangi sisi feminim mereka.

Dalam pagelaran kali ini, sejumlah koleksi juga ditujukan bagi perempuan berhijab. Diantaranya koleksi Parang Kesik dengan bahan katun dengan dominasi warna sogan yang kian menguatkan kesan cantik dan elegan.

Begitu juga dengan rangkaian koleksi berbahan sutra krep dengan motif pesona kawung. Motif klasik bermaterial mewah ini diolah dengan desain yang sedang tren di pasaran. Tepat untuk padu padan yang ingin tampil dengan kesan modis dan elegan.

Branch Manager Danar Hadi Semarang, Restu S Wibisono mengungkapkan, rangkaian busana yang dihadirkan tak lagi untuk acara-acara formal, namun bisa dijadikan inspirasi keseharian. “Busana kali ini lebih menonjolkan kesan kasual yang rapi,” ujarnya.

Selain itu hadir pula busana yang ditujukan untuk perempuan berhijab. Rancangan yang selalu mengedepankan inspirasi. “Kami maksudkan untuk memberikan tambahan wawasan kepada pengunjung. Supaya dapat meningkatkan nilai kecantikan berpenampilan, maupun sebagai pribadi wanita Indonesia yang selalu bangga menggunakan batik dalam setiap aktivitas,” ujarnya.

Pagelaran kali ini lanjutnya, juga merupakan peringatan 50 tahun berdirinya Danar Hadi. Pendukung dan pemelihara fine art batik sebagai warisan budaya ini merangkum peragaan busananya dalam tajuk ”Puspa Warna”. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here