Akan Dibangun Berbarengan

Bendung Karet BKB dan Normalisasi BKT

74

SEMARANG–Pembangunan Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan. Setelah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan, segera dilakukan penandatanganan kontrak pemenang lelang. “Diperkirakan dalam waktu dekat segera dimulai,” Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Pemali Juana, Bambang Astoto, kemarin.

Dalam proyek senilai Rp 560 miliar dari Kementrian PUPR ini akan segera dilakukan pengerjaan normalisasi Sungai BKT. “Nantinya akan dikerjakan penggalian sepanjang 6,7 km, peninggian tanggul di sisi sungai sepanjang 5,3 km, pembangunan parapet sepanjang 4,2 km dan pelindung tebing sepanjang panjang 5,3 km,” katanya.

Dikatakannya, saat ini pemenang lelang telah ditetapkan. Dia juga berharap penanganan relokasi warga yang terkena dampak pembangunan segera diselesaikan agar proses pembangunan berjalan lancar. Sesuai rencana, Pemkot Semarang menyiapkan Rusunawa Kudu, Rusunawa Gayamsari dan Pasar Klitikan Penggaron.

Selain pembangunan normalisasi BKT, saat ini BBWS juga sedang menyiapkan pembangunan Bendung Karet Banjir Kanal Barat (BKB). Bendungan ini nantinya berfungsi sebagai penahan erupsi dasar sungai dan menjaga debit air. Selain itu akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata masyarakat. “Bendung Karet Banjir Kanal Barat juga sudah ada pemenang lelang. Alokasi waktunya hampir berbarengan dengan normalisasi BKT,” katanya.

Tujuan bendung karet sebagai long storage untuk penahan air. Selain itu, desain Banjir Kanal Barat juga dijadikan lokasi wisata air seperti wahana dayung, perahu hias dan lain-lain. Sesuai rencana, lanjutnya, Bendung Karet Banjir Kanal Barat ini terletak sekitar 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ringroad utara, atau dekat gereja Katholik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono. Di tahap pertama, proyek bendung karet ini disiapkan anggaran kurang lebih Rp 155 miliar. “Nanti bentuknya melintang di sungai. Terbagi tiga space. Bendung karet bisa digelembungkan dan dikempiskan menggunakan teknologi,” katanya. (amu/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here