Siapkan Pendamping Calon “Abangan”

315
KONSOLIDASI : Sejumlah kandidat dari PPP saat bertemu dengan pengurus DPW PPP Jateng. Mereka membahas persiapan Pilgub Jateng 2018 (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang).
KONSOLIDASI : Sejumlah kandidat dari PPP saat bertemu dengan pengurus DPW PPP Jateng. Mereka membahas persiapan Pilgub Jateng 2018 (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng mengkonsolidasi kader-kadernya untuk mencapai target di Pilgub Jateng 2018 mendatang.  Sejumlah kandidat yang juga kader PPP bertemu dengan sejumlah pengurus DPW di restoran Pesta Keboen, Semarang, belum lama ini.

Sembari makan malam, dalam pertemuan santai tersebut, mereka menerjemahkan pemikiran Ketua Umum PPP M Romahurmuzy tentang “koalisi semangka” yang dilontarkan beberapa hari lalu. Ketiga calon bakal kandidat yang hadir adalah anggota DPD RI Ahmad Muqowam, Abu Nafi dan Ahmad Marzuki yang saat ini menjabat Bupati Jepara. Mereka makan malam dengan menu “buah semangka”. Sementara dari pengurus DPW hadir Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie, Sekretaris Abdul Syukur, dan anggota DPRD Jateng Abdul Aziz.

Masruhan Samsurie menyatakan ketiga kadernya tersebut telah mempersiapkan diri untuk diajak ataupun tidak diajak oleh kandidat lain. “Kami tahu dirilah. Kurang realistis kalau menarget kursi gubernur, target kami wakil gubernur. Ketiga kandidat kami berasal dari “kekuatan hijau” yang bisa berarti PPP atau kalangan santri,” kata Ketua Komisi A DPRD Jateng ini. Menurut dia, Jateng cukup ideal kalau pemimpinnya mencerminkan simbol nasionalis-religius atau “merah-hijau”. Sebelumnya Ketua Umum PPP mengisyaratkan partainya ingin digandeng PDIP dalam Pilgub Jateng mendatang.

Sementara PPP juga tetap menjalin hubungan baik dengan partai lain seperti Golkar, Demokrat, dan Gerindra. “Koalisi “semangka” atau “bangjo” adalah simbolisasi dari nasionalis-religius. Hal ini sesuai dengan potensi politik Jateng yang mempunyai dua warna kuat yakni kalangan “santri” dan “abangan”,” ungkap Masruhan.

Sadar kalau PPP sebagai partai “santri tradisional” Masruhan optimistis kalau posisinya di Pilgub mendatang punya makna strategis bagi sebuah bangunan koalisi dengan partai lain yang berbasis “abangan” atau nasionalis.

Pihaknya optimistis untuk berperan dalam Pilgub dengan dasar pemikiran bahwa Jateng membutuhkan koalisi dua kekuatan yakni kekuatan nasionalis dan religius. “PPP merupakan kekuatan religius, mempunyai peran yang dibutuhkan Jateng dalam membangun kekuasaan. Karena itu kami menyiapkan kader-kader yang siap mendampingi figur dari kekuatan nasionalis, apakah itu dari PDIP, Golkar, Demokrat atau lainnya,” tandasnya. (ric)