SANKSI : Kedua pembuang sampah sembarangan membersihkan sampah di Sungai Pandasi Desa Batursari Kecamatan Kledung dengan disaksikan petugas DLH Temanggung dan aparat kepolisian, Jumat (27/10) (ISTIMEWA).
SANKSI : Kedua pembuang sampah sembarangan membersihkan sampah di Sungai Pandasi Desa Batursari Kecamatan Kledung dengan disaksikan petugas DLH Temanggung dan aparat kepolisian, Jumat (27/10) (ISTIMEWA).

TEMANGGUNG—Dua pemuda pembuang sampah sembarangan di Sungai Pandasi, Desa Batursari Kecamatan Kledung, Jumat (27/10) kemarin, dipanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung. Mereka diberi sanksi sosial. Yakni, diwajibkan membersihkan sampah di sungai yang pernah mereka kotori dengan berkarung-karung sampah sayuran.

“Hari ini (kemarin, red), mereka kita undang untuk membersihkan sampah di lokasi tersebut, dengan disaksikan pejabat DLH Temanggung dan aparat (Polsek dan Koramil Kledung),” ucap Kepala DLH Temanggung, Agus Prasodjo, kemarin.

Agus melanjutkan, mereka telah mengakui kesalahannya, juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa (membuang sampah sembarangan). Pernyataan ditulis oleh yang bersangkutan dalam surat bermaterai. “Perbuatan seperti ini jangan sampai ditiru pemuda atau masyarakat lain. Saya minta warga Temanggung bisa tertib, membuang sampah pada tempatnya.”

Kepala Desa Batursari Bejo Sutantyo menuturkan, selama ini banyak warga yang membuang sampah di sungai tersebut. Terlebih, saat musim panen (panen sayur), banyak yang membuah sampah limbah sayur di sungai. “Memang ada beberapa warga kami yang membuang sampah di situ (sungai Pandasi). Tapi yang banyak justru dari warga desa tetangga.”

Kades Bejo melanjutkan, pihak desa sebenarnya sudah mengusulkan ke Pemkab agar dibuatkan tempat pengelolaan sampah di desa tersebut. Hanya saja, hingga saat ini, belum dikabulkan. “Saya berharap, Pemkab melalui DLH Temanggung bisa segera membangun tempat pengelolaan sampah di desa kami.”

Camat Kledung Herman Santoso menuturkan, kejadian membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut, sepertinya sudah berlangsung lama. Soal sampah, kata Herman, ada pengalamanan pahit di pada 2014. Kantor Kecamatan Kledung temboknya pernah jebol gara-gara sampah. Itu terjadi karena air sungai meluap, akibat sungai mampet gara-gara tumpukan sampah.

“Saya masuk di Kledung 2015. Karena pernah ada cerita atau pengalaman seperti itu, saya meminta kepada para Kades untuk memprogramkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing dan mengampanyekan buang sampah pada tempatnya.” Herman mengakui, sosialiasi soal pengelolaan sampah belum intensif. “Ke depan supaya ada kesatuan gerak Pemkab, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa untuk bisa mengintensifkan lagi kepada masyarakat.”

Seperti diberitakan koran ini, dalam video yang posting oleh Ery Susilo, staf anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi, dua pemuda nekat membuang sampah sayuran ke sungai. Meski telah diingatkan oleh senator Denty, tapi seorang pelaku tetap saja bandel membuang satu karung sampah dari atas jembatan ke sungai. (san/isk)