Cintai Indonesia, Fashion Show Merah Putih

619
BUKTIKAN SUMPAH PEMUDA : Peringatan Sumpah Pemuda dimeriahkan dengan fashion show di depan halaman Hotel Star, Jumat petang (27/10) kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BUKTIKAN SUMPAH PEMUDA : Peringatan Sumpah Pemuda dimeriahkan dengan fashion show di depan halaman Hotel Star, Jumat petang (27/10) kemarin (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG–Sebanyak 60 karyawan dari semua departemen di Star Hotel Semarang, menggelorakan semangat Sumpah Pemuda. Mereka menggelar upacara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengumandangkan Ikrar Sumpah Pemuda. Kemudian memeriahkan acara dengan melakukan fashion show di depan halaman Hotel Star, Jumat petang (27/10) kemarin.

General Manager Star Hotel Semarang, Bambang Mintosih mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud solidnya bangsa Indonesia, walaupun berdiri di atas segala perbedaan. “Temanya adalah bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kami ingin menunjukkan semangat Sumpah Pemuda, sekaligus memberikan hiburan buat masyarakat,” katanya kemarin.

Khusus di hari Sumpah Pemuda, lanjut pria yang akrab disapa Benk Mintosih ini, pihak hotel menghadirkan promo berupa diskon kamar yang semula seharga Rp 510 ribu menjadi Rp 281 ribu. Promo ini mulai berlaku pukul 13.00 dan berlaku hanya satu hari. “Syarat untuk mendapatkan promo kamar tersebut adalah menyebutkan tiga poin isi dari Ikrar Sumpah Pemuda. Bagi kami ini adalah wujud apresiasi kami kepada para pemuda zaman dahulu yang menggagas ikrar Sumpah Pemuda,” bebernya.

Terkait tema fashion show, jelasnya, terbagi dalam tiga sekuel. Sekuel pertama adalah kebaya, sekuel kedua batik dan sekuel ketiga adalah merah putih. Ini sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal dan bangsa Indonesia. “Batik dan kebaya ini kan asli Indonesia, jadi bisa dibilang memakai batik dan kebaya juga mencerminkan kebudayaan lokal,” terangnya.

Fashion show tersebut sengaja menggunakan pakaian dari The Real Margaria Semarang yang menyediakan Kebaya Lace dan Batik Enom by Margaria. Kebaya Lace identik dengan gaya busana feminim khas Indonesia dengan model yang sederhana dan mengusung warna kalem. “Dengan model sederhana, cocok dipadukan dengan bawahan batik cap ataupun tilis, sehingga membuat pemakainya lebih anggun dan feminim,” tambah Promo Asmen The Real Margaria Semarang, Maftukhatus Sa’diyah

Sedangkan pada sesi kedua, Margaria mengelurkan batik bertema Skill Code, dimana desain batik lebih mengacu model kasual berupa dress dan kemeja yang bisa diaplikasikan dengan bawahan denim. “Padu padan dengan bawahan jenis jins ataupun sepatu kasual membuat batik ini cocok digunakan oleh anak muda untuk acara formal maupun informal,” bebernya. (den/ida)