Sulap Balairung UKSW Jadi Bioskop

802
FESTIVAL FILM SAINS : Ratusan siswa SD di Salatiga menyaksikan film di balairung UKSW Kamis (26/10). Film yang diputar tentang lingkungan, perubahan iklim dan sumber energi baru (Dhinar Sasongko/radar semarang).
FESTIVAL FILM SAINS : Ratusan siswa SD di Salatiga menyaksikan film di balairung UKSW Kamis (26/10). Film yang diputar tentang lingkungan, perubahan iklim dan sumber energi baru (Dhinar Sasongko/radar semarang).

SALATIGA – Ratusan siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di Salatiga memenuhi balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (26/10). Kehadiran siswa bersama guru pendamping tersebut untuk menyaksikan pemutaran film dalam acara Science Film Festival (SFF) 2017.

Total ada 12 film yang diputar di SFF 2017 kerja sama antara UKSW dan Goethe Institut. Mengangkat tema “Anthropocene”, film yang diputar dalam SFF kali ini berisikan film dengan isu-isu seputar lingkungan seperti urbanisasi, perubahan iklim dan sumber energi baru.

Koordinator proyek program Goethe Institut, Elizabeth Soegiharto menyampaikan film yang diputar kebanyakan menunjukkan gambaran masa depan, ketika dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem bumi begitu kentara. Era baru tersebut disebut oleh beberapa pakar sebagai Antroposen.

“Tema ini diangkat karena kami ingin mengajak anak-anak merenungkan bagaimana selama ini manusia telah mengubah planet bumi. Apa dampaknya bagi bumi, apakah positif atau negatif, dan banyak riset-riset yang mengatakan bahwa bumi ini akan semakin buruk apabila manusia tidak mengubah kebiasaannya saat ini,” terangnya.

Disampaikan Elizabeth pihaknya ingin membuat siswa memahami apa yang terjadi di bumi beberapa tahun yang akan datang. Sehingga ketika mereka mengetahui hal tersebut akan timbul rasa ingin memiliki atas bumi yang dihuni saat ini.

Anggun Aulia dari SD Sidorejo Lor 2 Salatiga sangat antusias bisa menonton film bersama rekan-rekan satu kelasnya. Salah satu film yang disaksikannya berjudul “Kota di Tahun 2121”, mengisahkan tentang seseorang yang pergi ke masa depan pada tahun 2121. Di sana sangat ramah lingkungan, sampah didaur ulang oleh drone sampah sebuah kendaraan antariksa layang.

“Sangat asyik, dengan menyaksikan film tadi jadi menambah pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah,” tutur Anggun.

Selain menyaksikan pemutaran film, para siswa SD ini juga diajak untuk melakukan eksperimen sains. Seperti eksperimen air loncat, yang membuktikan bahwa kerapatan udara dapat mendorong air keluar melalui botol yang ditiup. Eksperimen ini sekaligus pembuktian dari film berjudul “Kota di Tahun 2121”, mengenai sistem pembuangan sampah era modern.

Rektor UKSW Prof Pdt John A Titaley menyampaikan apresiasinya karena UKSW kembali dipercaya sebagai salah satu penyelenggara SFF 2017 yang telah dibuka secara resmi di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 24 Oktober 2017. (sas/lis)