SIAGA 24 JAM : Setiap harinya, petugas UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang memeriksa kelayakan mobil pemadam kebakaran (DOK PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).
SIAGA 24 JAM : Setiap harinya, petugas UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang memeriksa kelayakan mobil pemadam kebakaran (DOK PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU).

MAGELANG – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP Kota Magelang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap bencana kebakaran yang kapan saja bisa terjadi. Faktor alam seperti sambaran petir juga berpotensi memicu kebakaran.

Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Damkar Kota Magelang Ashad menyebutkan, faktor lain penyebab kebakaran adalah kesalahan manusia seperti korsleting listrik, bocornya tabung gas elpiji, lilin, korek api, dan sebagainya. “Tapi paling banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan kebakaran,” katanya, Kamis (26/10).

Jika masyarakat paham dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran, ia yakin bencana ini dapat diminimalisir. Karena itu, ia gencar melakukan sosialisasi dan simulasi pemadaman kebakaran dengan sasaran pelajar, pegawai kantoran, serta masyarakat umum.

“Semua kita berikan sosialisasi agar tidak panik jika terjadi kebakaran. Apalagi permukiman maupun gedung-gedung yang ditempati orang banyak seperti kantor, pabrik dan sekolah merupakan tempat-tempat yang berpotensi terjadi kebakaran,” tuturnya.

Sejak kegiatan ini digalakkan, pihaknya mengklaim jumlah kasus kebakaran menurun setiap tahunnya. Disebutkan, pada 2014 tercatat ada 12 kasus kebakaran sementara pada 2016 ada 11 kasus. Sementara di 2917, hingga Oktober telah terjadi 9 kasus kebakaran. “Rincian yang terbakar, 3 bangunan perumahan, 2 bangunan industri, 2 bangunan umum dan 2 kendaraan,” bebernya.

Saat sosialisasi, oetugas mendemonstrasikan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Masyarakat juga diimbau memiliki alat tersebut. Dilihat dari fungsinya, APAR bisa digunakan untuk memadamkan api kecil dan mencegah api semakin membesar.

“APAR sangat penting ada di setiap rumah. Untuk memadamkan api yang berkaitan dengan korsleting listrik akan lebih mudah dengan alat ini,” ujarnya. (mg1/mg2/put)