Semarang Segera Miliki Sirkuit Panoramik

577
ON PROGRES: Pembangunan sirukuti di Mijen, Kota Semarang, saat ini mencapai 44 persen. Tahap pertama ditarget selesai awal Desember mendatang (Ist).
ON PROGRES: Pembangunan sirukuti di Mijen, Kota Semarang, saat ini mencapai 44 persen. Tahap pertama ditarget selesai awal Desember mendatang (Ist).

SEMARANG- Sebuah sirkuit kelas nasional dibangun di Kota Semarang, Jawa Tengah.  Sirkuit itu digadang-gadang menjadi lintasan balap panoramik dengan pemandangan cantik kawasan pegunungan.

Sirkuit dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan panjang lintasan sekitar 2,7 kilometer. Kawasan itu merupakan daerah gunung yang banyak ditumbuhi pohon-pohon hijau. Nampak jelas dari lokasi sirkuit view Gunung Ungaran dari kejauahan. Ditambah lagi gemericik air sungai yang mengalir dari ketinggian.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau pembangunan sirkuit, Kamis (26/10) kemarin, berharap, sirkuit Mijen akan menjadi ikon baru Kota Semarang dengan keindahan alam di sekitarnya.

“Setelah saya lihat pemandangannya (sekitar sirkuit) luar biasa indah. Harapannya ini jadi ikon Kota Semarang, ” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Progres pembangunan sirkuit sendiri cukup terlihat. Sejumlah pekerja masih sibuk mengerjakan pengurukan lintasan serta melakukan pengerukan tanah. Tahun ini target pembangunan akan merampungkan lintasan balap.

“Kita cek per hari ini telah 44 persen. Jadi sesuai target. Direncanakan nanti awal Desember pembangunan lintasan sirkuit akan selesai, ” kata Wali Kota.

Sirkuit Mijen dibangun dengan  APBD Kota Semarang dan ditarget selesai pada 2018 mendatang. Pembangunannya dilakukan multi years dengan anggaran senilai Rp 135 miliar.

Konsep sirkuit panoramik itu nantinya akan Multi Event Sport. Selain sebagai arena road race dengan panjang lintasan 2,7 kilometer, sirkuit juga dilengkapi dengan arena go kart, drag race, slalom serta paddock. Pun kelengkapan tribun dan panggung besar untuk berbagai kegiatan anak muda berkonsep sport center multi event.

Hendi mengapresiasi langkah PT Prima Abadi selaku kontraktor yang berkomitmen mempercepat penyelesain pekerjaannya. “Evaluasinya tadi ada tikungan yang kita pikir cukup berbahaya karena ujungnya adalah tebing yang curam. Saya minta pihak pengawas dan dinas untuk dipasang tanggul pengaman,” harapnya.

Setelah menyelesaikan lintasan tahun ini, pada 2018 akan dibangun paddock atau tribun. Baru dilakukan penyempurnaan seperti penghijauan.

“Dua tahun anggaran akan selesai tapi perlu tambahan satu tahun untuk penyempurnaan agar segmennya jadi indah dan menarik, ” tandasnya. (zal)