Rampas HP, Bebas Bersyarat Batal

300
BARANG BUKTI : Wakapolres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiyatmoko menunjukkan barang bukti dan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) saat gelar perkara, Kamis (26/10) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).
BARANG BUKTI : Wakapolres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiyatmoko menunjukkan barang bukti dan tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) saat gelar perkara, Kamis (26/10) (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu).

MAGELANG –Dua residivis, Wahyu Budi alias Barju, 22, dan Gilang Edo alias Hoke, 23, keduanya warga Kampung Malangan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang harus kehilangan status bebas bersyarat dan kembali mendekam dalam penjara. Mereka ketahuan kembali melakukan aksi kejahatan di masa bebas bersyarat yang berlangsung hingga 2018 mendatang.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Prayudha Widiyatmoko mengatakan, kedua tersangka merampas handphone dengan memanfaatkan kelengahan korban yang semuanya perempuan. “Tersangka memilih korban yang melintas di tempat sepi. Korban sudah dibuntuti dan menunggu kesempatan,” paparnya saat gelar perkara di Mako Polres Magelang Kota, Kamis (26/10).

Aksi kedua tersangka terbilang nekat namun penuh perhitungan. Pasalnya, waktu yang dipilih dalam melancarkan aksi antara petang hingga malam hari.

Aksi pertama kedua tersangka dilakukan pada Rabu (20/9) lalu di Jalan Dr Koesen Hirohoesodo, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Korban yang barangnya dirampas adalah Selvi Nia Agustina, 18, warga Kampung Tegalsari, Magersari Kota Magelang.

Untuk aksi kedua, terjadi pada Sabtu (23/9) di Jalan Cempaka, tidak jauh dari rumah dinas Wali Kota Magelang. Korbannya Dini Anggreani, 20, warga Kampung Jambon, Cacaban Kota Magelang. “Kedua pelaku berboncengan naik sepeda motor. Mereka mendekati korban, sekaligus minta supaya handphone diserahkan, sambil menodongkan senjata tajam berupa sebilah belati,” kata Prayudha.

Kedua tersangka ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasar informasi dari korban. “Dalam penangkapan itu, kami amankan sejumlah barang bukti berupa 2 handphone, 2 unit sepeda motor dan 1 bilah senjata tajam jenis belati,” papar Prayudha.

Prayudha menjelaskan, kedua pelaku dikenai pasal berbeda. Barju dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. Sedangkan Hoke dikenai pasal 365 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. “Mereka juga harus menjalani hukuman tambahan dari sisa hukuman bebas bersyarat. Selain itu, sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mereka tidak bisa lagi mendapat kesempatan untuk bebas bersyarat,” tegas Prayudha.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan handphone saat berkendara, khususnya sepeda motor. Sebab, selain berbahaya bagi pengendara karena kehilangan konsentrasi, juga rawan menjadi incaran orang-orang yang punya niat jahat.

“Kalaupun darurat dan harus menggunakan handphone, alangkah baiknya kalau berhenti dulu. Tapi, ya jangan asal berhenti, cari tempat yang ramai dan kiranya aman. Jangan di jalanan sepi,” jelasnya.

Salah satu tersangka Barju, mengaku melakukan perampasan karena tidak memiliki uang untuk senang-senang. “Saya belum sempat menjual handphone, keburu ditangkap polisi. Saya baru dua kali ini. Sebelumnya saya sudah keluar penjara dengan bebas bersyarat. Dulu saya divonis 20 bulan namun baru bebas,” ujar Barju. (cr3/ton)