Pemkot Hapus Denda PBB

418
BAYAR TEPAT WAKTU: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Yudi Mardiana memberikan hadiah rumah secara simbolis kepada Setyo Budi, pemenang undian rumah di BSB Mijen, atas pembayaran PBB tepat waktu (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang).
BAYAR TEPAT WAKTU: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Yudi Mardiana memberikan hadiah rumah secara simbolis kepada Setyo Budi, pemenang undian rumah di BSB Mijen, atas pembayaran PBB tepat waktu (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG– Pemkot Semarang berencana menghapus denda tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum terbayarkan sejak lima tahun terakhir, tepatnya mulai tahun 2012-2016. Kebijakan pembebasan denda tersebut akan diterapkan mulai tanggal 1 November sampai 30 Desember 2017.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Yudi Mardiana berharap para wajib pajak (WP) memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melakukan pembayaran PBB. “Kami berharap yang masih punya tunggakan, ini kesempatan untuk melakukan pembayaran. Manfaatkan momen pemutiahan denda PBB ini sebaik-baiknya. Karena pemutihan tidak dilakukan setiap tahun,” ujarnya.

Yudi Mardiana menjelaskan, kebijakan pemutihan ini sesuai dengan Perda, yang salah satu isinya menyebutkan, wali kota bisa memberi keringanan atau pembebasan denda, khususnya PBB. “Pemutihan ini hanya dalam even even tertentu saja. Jadi jangan berharap setiap tahun ada pemutihan,” tegas Yudi.

Sementara itu mengenai realisasi PBB, jelang akhir Oktober ini capaiannya sudah 97,5 persen. Pihaknya optimis sisa dua bulan ini bisa melebihi target PBB yang dipatok Rp 330 miliar. “Capaian target kami kurang sekitar Rp 30 miliar. Dengan pemutihan denda ini mudah-mudahan bisa membantu dalam pencapaian target,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam kegiatan bulan patuh PBB, Pemkot Semarang telah memberi apresiasi kepada WP yang taat membayar PBB tepat waktu, dengan hadiah utama rumah di kawasan BSB Mijen. Dan pemenangnya jatuh pada Setyo Budi, warga Gemah Raya 2, Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan. Dan Kamis (26/10) kemarin, Yudi Mardiana menyerahkan secara simbolis hadiah rumah tersebut. Ekspresi bahagia pun terpancar di raut bapak empat anak itu.

“Terus terang saya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah rumah dari Pemkot Semarang. Sebab, sudah kewajiban kita untuk membayar PBB. Kalau pemerintah memberi apresiasi seperti ini sangat bagus sekali. Bisa menarik wajib pajak untuk lebih aktif lagi melakukan pembayaran tepat waktu,” terang Setyo Budi yang melakukan pembayaran PBB pada bulan Juni itu. (zal)