SEMARANG-Izin penyelenggaraan bakti sosial (baksos) dan bazar umat di Klenteng Grajen Semarang untuk memperingati hari kesempurnaan YM Kongco Hian Thian Siang Tie (dewa obat) dicabut oleh Polsek Semarang Tengah.

“Pencabutan atas rekomendasi yang kami ajukan. Mereka pengurus lama (versi Johan,red) tentunya juga sudah punya putusan Mahkamah Agung (MA), jadi jelas sudah tidak punya hak dan kewenangan maupun kekuasaan acara di Klenteng Grajen,” tegas Ketua Pembina Yayasan Grajen Semarang (YGS) Edhi Setiawan, Kamis (26/10).

Namun demikian, Edhi mengaku antara yayasan dengan Persatuan Tempat Ibadah Tri Dharma (PTITD) memang tidak ada satu keterkaitan. Ia menjelaskan PTITD tugasnya hanya mengurusi hal teknis terkait Agama Matrisia (Majelis Rohaniawan Tri Dharma Indonesia), sehingga sifatnya hanya persatuan bukan di bawah kedudukan yayasan.

“Antara TITD atau PTITD dengan yayasan jelas dua hal berbeda, karena PTITD langsung dibawah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), bukan dibentuk yayasan Grajen,”sebutnya.

Menurutnya, panitia sudah tidak memiliki hak mengumpulkan dana maupun menyewakan lapak jualan. Tujuan pencabutan izin tersebut untuk mencegah terjadinya kegaduhan maupun tuntutan hukum. Ia juga menegaskan, pembentukan panitia harus ada Surat keputusan (SK) dari pengurus yayasan, karena kepengurusan lama sudah tidak memiliki hak.

“Adapun surat penarikan izin keramaian terkait bazar itu, saya terima dari Polsek Semarang Tengah dengan nomor: B/644/X/2017/SekSmgTgh, Rabu (25/10) malam,” katanya.

Terpisah, ketua panitia baksos dan bazar, Yoeliani Dewi Kumala menjelaskan, terkait kepanitiaan baksos dan bazar dibentuk atas dasar struktur pelayan dewa atau Cia Locu dan Hu Locu yang sudah terbentuk berdasarkan Pwa Pwee, sehingga dibentuka bukan dari Yayasan TITD Grajen Semarang.

“Terkait bazar ini, kami tidak menggunakan dana yayasan, melainkan donatur dari umat. Semua diperuntukkan untuk merayakan dewa obat,” tandasnya.

Wakil Ketua Panitia, Airon Soegiarto menambahkan, dalam acara itu akan dilaksanakan selama 3 hari dari 27-29 Oktober 2017, yang semuanya sudah mendapatkan izin dari kepolisian. Ia juga sudah mempersiapkan 1.500 kupon untuk paket sembako dengan subsidi yang cukup murah bagi warga masyarakat. Adapun izinnya diperoleh dari Polsek Semarang Tengah dengan No. B/BSI/57/X/2017/Sek Smg Tgh.

“Kegiatan ini, ilegal dari mana? Ini bukan narkoba atau barang curian, ini kegiatan sudah ada izin. Di yayasan ini, kami itu mau sembahyang, bukan malah masalah ranah hukum,” imbuhnya. (jks/zal)