PRODUKSI TAHU: Warga Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan sedang memproduksi tahu serasi, salah satu hasil olahan yang menjadi andalan Kabupaten Semarang (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PRODUKSI TAHU: Warga Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan sedang memproduksi tahu serasi, salah satu hasil olahan yang menjadi andalan Kabupaten Semarang (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BANDUNGAN – Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan memiliki sejumlah usaha rumahan yang produknya sudah sangat dikenal. Tidak hanya di Kabupaten Semarang, produk olahan warga Kenteng bahkan sudah dikenal hingga luar pulau Jawa.

Satu dari sekian produk olahan warga Kenteng adalah tahu serasi. Makanan yang sudah pasti dijumpai ketika mengunjungi objek wisata Bandungan. Subiyati, Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Kenteng mengatakan, dengan adanya kegiatan-kegiatan usaha ini, UP2K Desa Kenteng berhasil menjadi juara PKK nasional pada tahun 2013.

”Sebenarnya banyak olahan warga sini, selain tahu serasi dan susu kedelai, ada olahan bir pletok. Ada juga olahan snack ubi ungu, ada minuman herbal dan masih banyak lagi. Semuanya diproduksi dalam skala rumahan dan tentunya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga,” jelasnya sambil menambahkan bahwa warga juga memiliki produk torakur, tomat rasa kurma.

Sekdes: Ana Ghosiyatul Umaroh (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Sekdes: Ana Ghosiyatul Umaroh (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sayangnya, usaha-usaha warga ini terkendala dalam hal pemasaran. Warga masih memasarkan hasil olahannya hanya di sekitar Desa setempat. ”Ke depan kami ingin membuat outlet pusat oleh-oleh di pasar Agrowisata. Di sana nantinya tidak hanya menjual produk, tapi juga ilmu. Pengunjung bisa belajar cara pembuatannya. Nanti kita arahkan ke pembuatnya,” kata Subiyati.

Sementara itu, sekretaris Desa Kenteng, Ana Ghosiyatul Umaroh mengatakan, Pemerintah Desa sangat mendukung program ini, karena kaitannya dengan upaya peningkatan perekonomian warga. Ke depan, usaha-usaha ini akan dimasukkan ke BUMDes sehingga akan lebih baik dan lebih mudah dalam hal pengelolaannya.

”Sebenarnya sudah ada BUMDes sejak tahun 2013. Tapi belum maksimal pengelolaannya. Ini nanti akan kita hidupkan dan maksimalkan lagi pengelolaannya,” kata Ana mewakili Kepala Desa Kenteng Nurtati.

Diharapkan, perekonomian warga Desa Kenteng bisa semakin baik dengan adanya usaha yang dikelola dalam naungan BUMDes. (cr4/bas)