Ditangkap, Dua Pencopet Menangis

638

SALATIGA – Dua pencopet yang beraksi di angkutan umum tertangkap, Kamis (26/10) pukul 07.00 pagi. Kedua pelaku yang berusaha melarikan diri berhasil ditangkap polisi yang tengah berjaga pagi dan warga yang berada di Jalan Osamaliki, tepatnya di perempatan Jetis.

Tersangka adalah Eko Suparyanto, 32, warga Kalongan, Ungaran Kabupaten Semarang yang kos di Karangpete, Salatiga. Kesehariannya, ia seorang pemulung. Dan Slamet Widodo, 49, warga Bonyokan Jatinom, Klaten yang setiap hari bekerja sebagai kuli panggul di Barito, Semarang.

Keduanya beraksi setelah sebelumnya berjanji untuk saling bertemu di SPBU Pasar Sapi. Dalam menjalankan aksinya, Eko bertugas sebagai pengalih perhatian dan Slamet yang mengeksekusi sasarannya. Korbannya adalah seorang pedagang, Evi Samsiyati, 60, warga Tingkir Tengah, Tingkir.

“Pada saat itu, dompet berhasil diambil. Namun korban mencari dompetnya, saya langsung memberikan dan menyatakan dompetnya jatuh,” jelas Slamet saat gelar perkara di pendopo Mapolres Salatiga, kemarin siang.

Setelah itu, mobil berhenti dan kedua pelaku kabur. Keduanya berhasil ditangkap warga dan polisi yang bertugas pagi. Didalam dompet terdapat uang tunai Rp 70 ribu.

Saat ditanya alasannya mencopet, kedua pelaku justru menangis terisak. Eko mengaku terpaksa mencopet karena harus mencari uang untuk membelikan susu anaknya. Sementara Slamet menjelaskan istrinya sudah delapan bulan sakit keras dan hanya berbaring di tempat tidur di rumahnya di Klaten.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan menyatakan pelaku sudah lama melakukan aksi pencopetan. Bahkan Eko sudah pernah mendekam di penjara dengan kasus yang sama dan dihukum empat bulan penjara. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara 7 tahun. (sas/lis)