Cara Membaca Shalawat

942

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Dalam kitab pedoman zikir dan doa, Muhammad Habsy ash-Shiddiqy, dinyatakan bahwa sekurang-kuragnya shalawat adalah “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.” Akan tetapi, kita selalu mengucapkan, “Shallaallahu ‘alaihi wa sallam,” tanpa bershalawat kepada keluarganya. Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Harlianor, Mijen 085804776xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Harlianor di Mijen yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam Alquran dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dan bertaslimlah dengan taslim yang sempurna (QS. Al-Ahzab [33]:56). Bapak lihat bahwa yang diperintahkan oleh ayat ini hanya shalawat dan taslim kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, dari segi hukum tidak keliru bila seseorang hanya mengucapkan, “Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Tetapi Imam al-Bukori, Imam Muslim, dan lain-lain meriwayatkan bahwa sahabat Nabi SAW., Ka’ab bin ‘Ujrah, berkata, “Ketika turun ayat al-Ahzab [33]: 56, kami berkata kepada Nabi SAW., ‘Wahai Rasul, kami telah mengetahui salam, maka bagaimanakah shalawat untukmu??’ Beliau bersabda, ‘Ucapkanlah Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Aali Muhammad, Kamaa Shallaita ‘ala Ibraahim wa ‘ala Aali Ibraahim. Innaka Hamiidum Majid. Allahumma Baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala Aali Muhammad Kamaa Shallaita ‘ala Ibraahim wa ‘ala Aali Ibraahim. Innaka Hamiidum Majid.”

Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa beliau bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapa yang kikir?” Mereka menjawab, “Allah SWT, dan Rasul-Nya lebih mengatahui.” Beliau berkata, “Dia adalah yang bershalawat kepadaku tanpa menyebut keluargaku.” Agaknya, atas dasar ini, almarhum Muhammad Hasby dan banyak ulama lain berpendapat seperti yang bapak sebut di atas. Tentu saja pendapat tersebut sangat baik, namun itu bukan berarti mengucapkan shalawat dan berdoa untuk Nabi SAW. tanpa menyebut keluarga beliau menjadikan shalawat tersebut ditolak.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*/zal)