69 Persen Warga Jadi Peserta JKN-KIS

Di Wilayah Jateng-DIJ

450

SEMARANGBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya mengcover semua elemen masyarakat, salah satunya dengan memberikan imbauan agar segera mendaftarakan anggota keluarga atau karyawan menjadi peserta. Bahkan saat ini jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai 69 persen dari jumlah penduduk di Jateng dan DI Jogjakarta.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan, Abdul Azis, mengatakan, dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan akan menggambarkan gotong royong, dengan contoh untuk satu pasien DBD dibiayai oleh 80 peserta sehat, satu pasien sectio caesaria dibiayai 135 peserta sehat, dan satu pasien kanker dibiayai oleh 1.253 peserta sehat.

“Belum lagi untuk kasus penyakit lain dengan biaya yang lebih mahal, maka biaya pelayanan kesehatan ditanggung oleh peserta yang sehat dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Dengan gotong royong, semua menjadi tertolong,”katanya.

Abdul Aziz menambahkan, peran dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam mendukung program JKN-KIS perlu keterlibatan multi stakeholder, antara lain masyarakat, rumah sakit, tenaga medis, pemerintah pusat, pemerintah daerah, LSM, badan usaha, pengelola klinik, swasta, dan lainnya. “Jumlah kepesertaan JKN-KIS untuk wilayah Jateng dan DI Jogjakarta hingga 1 Oktober 2017 mencapai 27.050.617 jiwa atau 69 persen dari jumlah penduduk Jateng dan DIJ (39.248.364 jiwa) dengan 2.113 FKTP dan 333 FKRTL,”bebernya.

BPJS Kesehatan menargetkan enam daerah di Jawa Tengah dan DIJ mencapai universal health coverage atau jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk pada akhir 2017 ini. Target tersebut terus diupayakan dengan meningkatkan jumlah kepesertaan, di antaranya dengan menambah kanal pendaftaran agar memudahkan masyarakat mendaftar tanpa mengganggu aktivitas atau waktu kerja.

“Kami mempermudah pendaftaran untuk menjadi peserta, sejumlah kanal sudah kami siapkan di antaranya  pendaftaran online melalui www.bpjs-kesehatan.go.id; care center BPJS Kesehatan 1500.400; drop box di tiap kecamatan; aplikasi mobile JKN; kader JKN; mobile customer service; loket pendaftaran di Lippo Mall Group; dan kantor BPJS Kesehatan terdekat,” katanya. (den/aro)