WISUDA: Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kementrian Perhubungan Capt Rudiana saat mewisuda mahasiswa Amni, Rabu (25/10) (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).
WISUDA: Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kementrian Perhubungan Capt Rudiana saat mewisuda mahasiswa Amni, Rabu (25/10) (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG-Taruna pelayaran dituntut memiliki pengetahuan yang luas, karena sebagai bekal dalam mengarungi samudera.

“Pelaut tidak cukup hanya mengantongi ijazah, tetapi mereka harus siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata Ketua Stimart AMNI Siswadi didampingi Pembantu Ketua III Agus Santoso dalam acara wisuda ke 56, di Kompleks Kampus Biru kawasan Arteri Soekarno Hatta, Rabu (25/10).

Selain dihadiri 338 wisudawan lulusan diploma dan S1, forum tersebut juga mengundang Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kementrian Perhubungan Capt Rudiana. Forum tersebut juga mengundang Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Kemaritiman Indonesia Soendoro.

Siswadi menambahkan sebagai strategi menghadapi tantangan berat, Amni juga memberi bekal tambahan. Selain ijazah juga sertifikat profesi.

“Kebetulan Stimart AMNI bagian dari kampus yang diizinkan menerbitkan sertifikat. Kami sekaligus menggandeng asosiasi profesi, dengan mengacu pada ketentuan International Maritime Organization (IMO),” tambahnya.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kementrian Perhubungan Capt Rudiana mengatakan bahwa keberadaan sarjana pelayaran di dunia maritim sangat dibutuhkan. Mengingat adanya pengembangan  168 pelabuhan serta pembuatan 300 armada kapal, untuk memperkecil kesenjangan harga barang antar wilayah.

Selain itu bergeraknya sektor maritim sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian kawasan.  “Dalam skala internasional, negara Indonesia itu mengelola pergerakan kapal di Selat Malaka yang lalu lintas armadanya mencapai 70.000 sampai 80.000 kapal kargo dan tanker per tahun,” katanya.

Tentunya hal tersebut harus diikuti dengan usaha menjamin keselamatan 550 mil laut di jalur pelayaran penting di kawasan Asia Tenggara. “Untuk itu agar wisudawan dan alumni Stimart AMNI mendukung pemerintah berkenaan melakukan penyempurnaan SDM. Utamanya menciptakan trasnportasi laut yang handal, efektif, dan efesien dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan,’’ tambahnya. (hid-sct/zal)