SEMARANG – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan kegiatan usaha di Jawa Tengah pada triwulan III mengalami perlambatan bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Perlambatan disebabkan karena menurunnya permintaan dalam maupun luar Negeri, serta persaingan dengan produk sejenis.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, walaupun melambat, hasil survei menunjukkan bahwa hampir seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif pada triwulan laporan.

“Pertumbuhan paling tinggi terindikasi pada sektor industri pengolahan, dilanjutkan oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Adapun sektor yang ditengarai mengalami penurunan kegiatan usaha adalah sektor jasa-jasa,” ujarnya, kemarin.

Sejalan dengan perlambatan kegiatan usaha, penggunaan tenaga kerja mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan penggunaan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, serta sektor industri pengolahan.

“Responden mengonfirmasi bahwa penurunan jumlah tenaga kerja didorong oleh adanya penurunan produksi, efisiensi proses kerja, serta adanya pegawai yang pensiun/mengundurkan diri,” ujarnya.

Secara umum, lanjutnya, harga jual pada triwulan III terindikasi masih mengalami kenaikan, namun dengan tekanan yang lebih lemah dibanding triwulan sebelumnya. Hasil survei menunjukkan bahwa hampir seluruh sektor ekonomi mengalami kenaikan harga pada triwulan III, walaupun tidak setinggi kenaikan pada triwulan yang lalu.

“Sebagian besar pelaku usaha yang melakukan peningkatan harga jual didorong oleh kenaikan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, atau biaya energi. Namun demikian, sebagian kecil pelaku usaha menurunkan harga jual sebagai strategi bersaing. Selain itu, turunnya tingkat suku bunga kredit juga mendukung dalam penurunan harga,” ujarnya.

Sedangkan pada triwulan IV, pelaku usaha memperkirakan bahwa kegiatan usaha dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan III. Percepatan ekspansi kegiatan usaha diperkirakan terjadi di hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor industri pengolahan serta sektor pengangkutan dan komunikasi. (dna/bas)