AKRAB: Jajaran Polres Salatiga bersama wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Salatiga di RM Banyu Bening kemarin (IST).
AKRAB: Jajaran Polres Salatiga bersama wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Salatiga di RM Banyu Bening kemarin (IST).

SALATIGA – Sebagai upaya peningkatan wawasan kebangsaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga mengadakan sarasehan lintas agama. Kegiatan  kali ini diselenggarakan di aula Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam yang berada di jalan Sumatera Tegalrejo Salatiga dan dibuka Wakil Wali Kota Muh Haris.

Dalam sambutannya, Muh Haris menyampaikan bahwa agama harus dipahami sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah. “Agama, negara, dan masyarakat harus bersinergi dalam membangun Kota Salatiga. Mari kita jadikan agama sebagai faktor pemersatu sekaligus spirit membangun Kota Salatiga ke depan. Kita kembangkan tiga pilar toleransi. Yaitu toleransi internal umat beragama, antarumat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah,” tutur wakil wali kota yang juga penasehat FKUB Kota Salatiga.

Sedikitnya 100 peserta sarasehan yang dihadirkan dalam acara adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Sidomukti dan Kecamatan Argomulyo.

Sedang pemateri adalah KH Noor Rofiq perwakilan Islam, pendeta Daniel Herry Iswanto dari Kristen, Romo Agustinus Parso Subroto dari Katolik, Romo Wiku Satya Dharma dari Hindu, Go Soe Hien dari Budha, dan Hoo Tjin Oen dari Konghucu.

KH Noor Rofiq mengungkapkan bahwa manusia boleh saja menganggap agamanya yang paling benar dalam hati. “Namun dalam kehidupan sosial kita harus hidup berdampingan dan tidak boleh saling menyalahkan apalagi saling memerangi,” lontarnya. (sas/lis)