Hendi Jamin Layanan Kesehatan Gratis

444
JAMINAN KESEHATAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Susi Herawati, menyapa kerabat pasien, usai launching UHC, Rabu (25/10) (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang).
JAMINAN KESEHATAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Susi Herawati, menyapa kerabat pasien, usai launching UHC, Rabu (25/10) (Rizal Kurniawan/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Rabu (25/10).

UHC merupakan sistem pelayanan jaminan kesehatan bagi warga Kota Semarang secara menyeluruh, di mana biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang.

Hendi, sapaan akrab wali kota menjelaskan masalah biaya sudah dialokasikan dalam anggaran APBD Kota Semarang dan pihak BPJS Kesehatan sudah menyetujuinya. “Masyarakat tidak perlu gusar untuk mengecek kesehatan agar ketika ditemukan adanya penyakit, bisa segera ditangani,” jelas Hendi.

Hendi menjelaskan, prinsip dari Universal Health Coverage ini adalah bagaimana pemerintah melalui BPJS melindungi semua warga agar dapat biaya pengobatan gratis termasuk opname. Syaratnya adalah masuk ke kelas 3.

“Namun bagi bagi mereka yang sudah memiliki keanggotaan BPJS, masuk ke kelas 1 tiba-tiba mereka nunggak sekian lama kemudian ikut program UHC itu yang nggak boleh,” tegas Hendi.

Menurutnya progam ini dapat dimanfaatkan bagi semua warga Semarang, dengan cara mendaftar ke Dinas Kesehatan. Adapun syarat yang harus diikuti yakni warga yang bersangkutan tidak terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan di BPJS.

“Kita sudah investarisir target 150 ribu warga Kota Semarang belum punya BPJS Kesehatan, kita biayai pakai APBD. Anggaran saat ini Rp 75 miliar,” kata Hendi.

Saat ini Pemkot Semarang baru mendaftarkan 93 ribu warga, namun ditargetkan akhir tahun 2017 dapat tercapai hingga 150 ribu warga dari 175 ribu warga Semarang yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan.

Mengenai ketersediaan kamar bagi masyarakat pengguna program UHC, saat ini di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, pelayanannya lebih pada masyarakat di kelas III. Selain ruang Nakula, tahun depan pihaknya berencana akan membangun ruang Sadewa khusus untuk kelas III. Namun fasilitasnya jauh lebih baik dari kelas III yang lain.

Sementara itu Direktur Pelayanan dan Perluasan Kepesertaan BPJS, Andayani Budi Lestari mengatakan sampai dengan saat ini sudah 54 kota dan kabupaten di Indonesia yang telah melaksanakan program UHC. Sedangkan Kota Semarang menjadi kota pertama di Jawa Tengah yang menjadi pelopor program ini.

“Sekali lagi kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah menginisiasi program UHC, karena ini bukan hal yang gampang serta adanya dukungan dalam hal anggaran,” ujarnya. (amu/zal)