PADAMKAN API : Petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Batang terus melakukan penyemprotan air ke batang Beringin Alun-Alun Batang yang kembali terbakar (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
PADAMKAN API : Petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Batang terus melakukan penyemprotan air ke batang Beringin Alun-Alun Batang yang kembali terbakar (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Warga Kabupaten Batang kembali dihebohkan dengan terbakarnya pohon beringin di tengah Alun-Alun Batang. Pohon tersebut terbakar sejak siang hari. Karena itu, dua mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Batang langsung menuju lokasi untuk memadamkan api, Rabu siang (25/10) kemarin.

Dari informasi yang dikumpulan di lapangan, terbakar pohon ini sudah kali keempat, pasca pohon beringin roboh pada tahun lalu. Kronologi terbakanya pohon beringin ini masih simpangsiur. Salah warga, Rokhim, mengaku mengetahui kebakaran pukul 12.30 siang, saat sedang mengusung peralatan pedagang kaki lima.

“Saya tadi lihat asap dan api dari batang pohon beringin. Karena itu, saya langsung lari dan beberapa kali menyiram dengan air. Namun, api tidak bisa dipadamkan karena agak besar,” kata tukang becak ini.

Menurutnya, kebakaran tersebut dimungkinkan dilakukan orang-orang yang sering tidur di sekitar pohon. Mungkin bakar-bakar kecil sejak malam hari dan sisanya membakar pohon beringin yang terlihat sudah mati tersebut.

Kepala Satpol PP Batang Suresmi, saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa terbakarnya pohon tersebut langsung diketahui anak buahnya di Pos Satpol PP Pemkab Batang. “Anak buah saya melihat ada asap dari tengah alun-alun Batang. Ketika ke lokasi, ternyata pohon kembali terbakar,” ujarnya.

Pihaknya langsung menghubungi Damkar dan dua unit langsung menuju lokasi untuk memadamkan api. Air terus disiramkan ke pohon, karena dimungkinkan bara api masih ada di dalam batang pohon yang kering tersebut. Setelah hampir setengah jam, akhirnya petugas berhasil mematikan api total.

Terkait sebab terbakarnya pohon beringin tersebut kali ini, Suresmi tidak bisa memastikan dengan tepat, karena di sekitar pohon tidak ada tanda-tanda atau barang bukti penguat jika dibakar. Sedangkan pada dua kejadian sebelumnya jelas dibakar, karena ada barang bukti orang gila yang tinggal di sekitar pohon dan dia bakar-bakar sampah. Juga kejadian selanjutnya yang kabarnya dibakar anak punk, dengan bukti korek dan bekas puntung rokok di lokasi terbakar.

“Kalau kebakaran saat ini, kami belum menemukan alat bukti bahwa pohonnya dibakar. Jadi kami masih bingung dengan penyebabnya,” ujarnya.

Kondisi pohon beringin Alun-Alun Batang ini sudah tidak seperti beberapa tahun lalu. Sudah roboh dan batangnya terbelah menjadi 3 bagian. Dua bagian masih hidup, sedangkan bagian patahan di sebelah timur terlihat kering dan mati. Tercatat sudah 3 kali terbakar. Pohon Beringin Alun Alun Batang juga merupakan Simbol Kota, masyarakat sekitar sering mengaitkan dengan hal ghaib termasuk tradisi Kliwonan Batang yang berawal dari pohon tersebut. (han/ida)