EMOSI: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat menginterogasi tersangka Angga (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
EMOSI: Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, saat menginterogasi tersangka Angga (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG- Angga, 21,  warga Boja, Kendal resmi menjadi tersangka penganiayaan hingga korbannya tewas di Liquid Cafe, Jalan Thamrin Semarang, Selasa (17/10) pekan lalu. Dalam aksinya, korban dipukul bagian kepalanya menggunakan botol miras hingga akhirnya tewas, setelah sebelumnya terlibat pertekaran saat berjoget.

Sebelum terjadi penganiayaan  sekitar pukul 02.00, Angga bersama teman-temannya sedang berada di tempat duduk VIP nomor 2, kemudian di sebelahnya VIP nomor 3 ada korban Muhammad Yusuf, 23,  warga Wedung, Demak dan teman-temannya. Ketika itu, teman korban berjoget menikmati musik dan menginjak sofa tersangka. Salah satu teman tersangka menegur, tetapi korban marah dan mendatangi sambil membawa botol di tangannya.

“Saat itu kami sudah setengah tiang (mabuk, Red),” kata Angga saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (24/10).

Keributan pun terjadi. Angga mengaku saat itu mengira korban mengejarnya, sehingga dia mengambil botol minuman keras dan memukulkannya hingga 3 kali sampai korban jatuh tersungkur.

“Saya mukul 3 kali. Korban dorong teman saya, saya kira mau ngejar saya, jadi spontan,” akunya.

Korban sempat dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang dan mendapatkan perawatan. Namun akibat luka yang parah, korban meninggal dunia keesokan harinya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, mengatakan, dua kelompok tersangka dan korban tidak saling kenal dan murni akibat perkelahian dan cekcok mulut. Mereka juga dalam pengaruh minuman keras saat kejadian.

“Kita amankan 7 orang, dan yang ditetapkan menjadi tersangka 1 orang. Yang lain tidak terlibat. Kita tangkap kurang dari 4 jam setelah menerima laporan,” kata Abioso.

Kini Angga meringkuk di tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia dijerat pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (mha/aro)