Jerry Ng (ISTIMEWA).
Jerry Ng (ISTIMEWA).

SEMARANG- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus melakukan inovasi dalam produk dan layanan agar relevan dengan masyarakat penggunanya. Sepanjang sembilan bulan pertama 2017, perseroan telah menanamkan investasi Rp 624 miliar atau meningkat 77 persen dibandingkan nilai investasi pada kurun waktu yang sama tahun lalu sebesar Rp 353 miliar.

“Selama tiga tahun terakhir, kami telah menanamkan investasi lebih dari Rp 1,4 triliun untuk mengembangkan dua platform digital. Kami optimistis investasi ini kelak memberikan dampak substansial pada perusahaan, khususnya melalui pertambahan signifikan jumlah titik pelayanan nasabah dalam kurun waktu yang singkat. Terobosan berupa digitalisasi pada proses dan layanan yang kami lakukan untuk menambah jumlah alternative channels pelayanan nasabah telah mempengaruhi dinamika persaingan industri,” ungkap Direktur Utama BTPN, Jerry Ng, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat ini, BTPN telah memiliki dua platform digital banking untuk melayani dua segmen yang berbeda. Pertama, BTPN Wow! yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat menengah bawah yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Kedua, platform Jenius untuk segmen consuming-class yang diperkenalkan ke publik pada Agustus 2016.

BTPN Wow! adalah layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan bank untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia. “Sejak diluncurkan pada Maret 2015 hingga akhir September 2017, BTPN Wow! telah memiliki 4,3 juta nasabah yang dilayani oleh lebih dari 200.000 agen,” bebernya.

Sedangkan Jenius, lanjut dia, merupakan inovasi digital banking untuk segmen kelompok masyarakat yang identik dengan masyarakat urban dan melek teknologi. Jenius adalah sebuah revolusi dalam bidang perbankan dengan proses digitalisasi yang dimulai sejak awal. Melalui Jenius, masyarakat dapat membuka rekening bank tanpa perlu datang ke kantor cabang dan menikmati berbagai layanan perbankan melalui aplikasi.

Melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan, kepercayaan masyarakat terhadap BTPN kian meningkat.  Total pendanaan (funding) tumbuh 9 persen (year-on-year/yoy) dari Rp 68,8 triliun pada akhir September 2016 menjadi Rp 74,9 triliun pada akhir September 2017. Sejalan dengan pertumbuhan DPK, penyaluran kredit juga tumbuh 5 persen (yoy) dari Rp 62,6 triliun pada akhir September 2016 menjadi Rp 65,8 triliun pada akhir September 2017. Prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit tetap menjadi perhatian utama yang terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 0,9 persen.

Disokong oleh kinerja positif, aset BTPN tumbuh 9 persen (yoy) dari Rp 86,1 triliun menjadi Rp 93,8 triliun. Sementara rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga di 24,8 persen.

“Kami bersyukur atas kinerja BTPN pada triwulan ketiga ini. Pencapaian ini mencerminkan bahwa strategi kami dalam melakukan transformasi perusahaan dan fokus pada inovasi digital guna meningkatkan pelayanan kepada para nasabah merupakan langkah yang tepat,” ujar Jerry. (aro)