INVESTASI: Giring Nidji mengajak mahasiswa untuk menabung saham di pasar modal yang bermanfaat sebagai investasi jangka panjang di Balairung UKSW, Selasa (23/10) (IST).
INVESTASI: Giring Nidji mengajak mahasiswa untuk menabung saham di pasar modal yang bermanfaat sebagai investasi jangka panjang di Balairung UKSW, Selasa (23/10) (IST).

SALATIGA – Selain mengandalkan penghasilan dari dunia entertainment, kini vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha Djumaryo juga fokus berinvestasi di pasar modal, khususnya investasi saham. Giring mengaku mengenal pasar modal sejak 2008 lalu melalui seorang perencana keuangan. Ilmu mengenai seluk beluk saham juga diperolehnya lewat buku, pelatihan, serta komunikasi dengan para pelaku pasar modal.

Pengalamannya tersebut dibagikannya di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang menjadi peserta seminar bertajuk “Smart Investor Through Capital Market” di Balairung universitas, Selasa (24/10) siang. Giring menerangkan, investasi saham bermanfaat untuk keperluan jangka panjang, di mana keuntungan akan diterima dalam jangka waktu 5-10 tahun mendatang. Pria kelahiran Jakarta 34 tahun silam tersebut dengan tegas menyebutkan, keaktifannya di pasar modal banyak mendatangkan keuntungan.

Namun bukan berarti dirinya tidak pernah mengalami kegagalan. Pria yang hobi nonton film ini juga pernah salah menginvestasikan saham. Giring mengatakan, untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya lebih dulu melakukan verifikasi terhadap emiten atau pihak penawaran umum.

“Menurut saya, saham memiliki nilai investasi besar bila dibandingkan dengan emas atau properti. Kalau dulu saham identik dengan permainan bahkan judi, tapi sekarang setelah memperoleh banyak info dari Bursa Efek, saham itu bisa dijadikan tabungan apalagi kalau ambil yang jangka panjang,” terang Giring.

Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini, turut hadir Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia Hosea Nicky Hogan serta Branch Manajer PT Danareksa Sekuritas Yehuda Nawa Yanukrisna sebagai narasumber lainnya.

Hosea Nicky Hogan menyebut, setiap harinya ada lebih dari 6 triliun transaksi di pasar modal Indonesia. Maka dari itu, ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan peluang menjadi investor di pasar modal. Salah satu caranya adalah dengan ikut menabung saham.

“Hanya dengan Rp 100.000, semua dapat berinvestasi di pasar modal. Sekarang mahasiswa maupun dosen UKSW juga dimudahkan apabila ingin berinvestasi karena di FEB UKSW sudah ada galeri investasi,” terang Nicky. (sas/ton)