NIKMATI KOPI: Sejumlah pengunjung sedang menikmati kopi di salah satu stan Festival Kopi di halaman Gedung Pemuda, Minggu (22/10) (Ahsan fauzi/radar kedu).
NIKMATI KOPI: Sejumlah pengunjung sedang menikmati kopi di salah satu stan Festival Kopi di halaman Gedung Pemuda, Minggu (22/10) (Ahsan fauzi/radar kedu).

TEMANGGUNG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menolak semua investor kopi yang akan masuk dan mengembangkan industri kopi di Temanggung. Penolakan ini bertujuan agar industri kopi lokal lebih hidup dan berkembang.

“Tidak boleh ada investor kopi masuk agar usaha kopi dari petani dan masyarakat lokal Temanggung lebih berkembang, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan taraf hidup warga,” ucap Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat mengunjungi acara Festival Kopi di halaman Gedung Pemuda, Minggu (22/10).

Bambang mengatakan, tak perlu ada perda khusus yang mengatur larangan investor dari luar kota tersebut. Tapi Pemkab tidak akan memberikan izin bila ada investor kopi yang ingin masuk, mengelola dan mengembangkan industri kopi khas Temanggung. “Biarkan kopi dikelola warga Temanggung saja,” ujar Bambang.

Selama ini, diakui Bambang, permintaan kopi Temanggung dari luar daerah dan luar negeri terbilang tinggi. Terutama untuk jenis arabika karena kekhasan aroma dan rasanya. Sayangnya, produksi kopi arabika sangat kurang, sehingga perlu perluasan lahan kopi di hutan produksi milik Perhutani seluas 7.000 hektare. Area hutan itu tersebar di Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau.

Ketua Asosiasi Produsen dan Roaster Kopi Temanggung Ardhi Wiji Utomo mengatakan, pertumbuhan produsen kopi baru di Temanggung mencapai lima persen per tahun selama kurun waktu enam tahun terakhir. Semua produsen kopi yang ada sudah mampu mengelola usaha kopi dengan bagus, sehingga tidak perlu dikelola orang luar. “Cuma perlu menyamakan Standar Operasional Produksi (SOP) saja agar bisa ekspor berdasarkan indikasi geografis yang sudah ada,” kata Ardhi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Kopi ke 3 tahun 2017 Hamam Nashiruddin melaporkan, pemenang I lomba kontes kopi untuk kategori kopi robusta diraih Omah Kopi Dusun Sumur Desa Ngadisepi Gemawang. Juara II diraih Triple L Desa Gemawang Kecamatan Gemawang dan juara III diraih Robusta Sakti Ploso Gaden Candiroto. Adapun untuk kategori kopi arabika, juara I Kopi Posong Kledung dan juara II Kopi Lia Parakan. (san/ton)