GOTONG ROYONG: Warga Desa Jungsemi bersama aparat TNI Kodim 0715 Kendal bahu membahu membangun jalan areal persawahan, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GOTONG ROYONG: Warga Desa Jungsemi bersama aparat TNI Kodim 0715 Kendal bahu membahu membangun jalan areal persawahan, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL – Warga Desa Jungsemi mengaku sangat terbantu dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-100 di Desa setempat. Terutama pembangunan jalan areal persawahan, karena 95 persen warga Jungsemi bekerja sebagai petani.

“Warga sangat terbantu banyak terutama pembangunan jalan. Karena warga dimudahkan untuk mengangkut hasil pertanian. Dari sebelumnya jalan sepanjang 1,55 kilometer hanya berupa tanah sehingga saat  musim hujan jalan tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Kepala Desa Jungsemi, Dasuki disela pemantauan TMMD oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, kemarin (23/10).

Menurutnya, jumlah penduduk Jungsemi lebih kurang sebanyak 3.700 jiwa. Dari jumlah tersebut, 95 persen atau sebanyak 3.515 jiwa bekerja sebagai petani. Luas areal pertanian di Jungsemi mencapai luas 6.660 hektar. “Jadi warga sangat berterima kasih sekali, karena bisa memudahkan dan mengurangi biaya mengangkut hasil pertanian,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Zaenuri, warga Jungsemi. Ia mengatakan setiap hari warga di tiap RW bergiliran untuk membangun. Bahkan untuk mencapai target pembangunan selesai tepat waktu, warga harus bergotong royong membangun jalan tersebut.

“Warga sendiri tidak keberatan untuk lembur dan tetap semangat. Sebab ini untuk kelancaran akses para petani menuju sawah. Jadi sekarang ini warga mengangkut hasil pertanian jadi mudah dan tidak memakan waktu lama,” katanya.

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan pihaknya yakin sebelum deadline 26 Oktber, seluruh pekerjaan fisik TMMD ke 100 di Desa Jungsemi bisa tercapai 100 persen. Hal itu mengingat semua pembangunan tinggal finishing saja.

“Jalan sepanjang 1,55 kilometer sudah selesai 100 persen. Begitupun pembangunan gorong-gorong, WC, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), saluran irigasi tambak dan sawah. Semua sudah selesai, tinggal mempercantik agar enak dilihat,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya TMMD ini bisa memperat hubungan masyarakat dan TNI. Selain itu hasil pembangunan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Masyarakat sendiri harus bisa merawatnya,” paparnya.

Sekda Kendal, Mohammad Toha mengatakan jika TMMD ini didanai dengan APBD. Ia mengaku hasilnya sangat memuaskan bahkan bisa selesai dengan cepat. “Ini bisa memangkas anggaran pekerjaan pemerintah,” tambahnya. (bud/bas)